Pendidikan & Kesehatan

Rawat Pasien Covid-19, Satu Nakes di Ponorogo Positif

Ponorogo (beritajatim.com) – Satu lagi tenaga kesehatan (nakes) di Ponorogo terkonfirmasi positif Covid-19. Kali ini menimpa salah satu nakes yang sehari-hari bekerja di Puskesmas Kecamatan Sawoo Ponorogo.

Laki-laki berusia 39 tahun itu, positif Covid-19 diduga tertular dari salah satu pasien yang terkonfirmasi positif sebelumnya. Yakni pasien perempuan 42 tahun asal Desa Wilangan Kecamatan Sambit.

“Nakes yang positif Covid-19 ini tertular dari pasien nomor 97 asal Desa Wilangan Sambit, ” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Senin (20/7/2020).

Mulanya yang bersangkutan melakukan kunjungan perawatan ke rumah pasien nomor 97, sebelum pasien tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah hasil swab keluar yang menyatakan pasien nomor 97 ini positif, baru nakes tersebut melakukan pemeriksaan, baik itu rapid dan swab hingga akhirnya dirinya dinyatakan positif.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni

“Dari pasien nakes ini, kami sudah melakukan tracing. Dan didapatkan 12 kontak erat dan ini sudah dilakukan pengambilan swab,” katanya.

Selain penambahan satu nakes yang terkonfirmasi positif itu, Ipong juga mengabarkan ada penambahan 10 orang lagi yang positif. Yakni ada 8 orang yang merupakan santri Pondok Gontor Kampus 2.

Kemudian sisanya  ada laki-laki umur 32 tahun, sesuai KTP Dia beralamat di Denpasar Bali. Pasien ini adalah kontak erat (rekan sekantor) dari pasien nomor 48. Dan satu lagi laki-laki berumur 52 tahun, yang beralamat di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung. Pasien ini merupakan kontak erat dari pasien nomor 80, dimana hari ini pasien nomor 80 ini dinyatakan sembuh.

“Jadi hari ini ada penambahan kasus posisi Covid-19 sebanyak 11 orang,” katanya.

Terhadap penambahan kasus yang terus terjadi, Ipong mengharapkan kepada seluruh masyarakat  Ponorogo untuk meningkatkan peran sertanya untuk turut berupaya memutus rantai penularan. Salah satu yang bisa dilakukan dengan  meningkatkan kewaspadaan dan monitoring terhadap kedatangan warga dari zona merah.

“Sebab kalau kita amati dalam 2 minggu terakhir, penambahan pasien ini, mereka sebagian besar memiliki riwayat dari zona merah,” pungkasnya. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar