Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Ratusan Sekolah di Gresik Butuh Perbaikan

ilustrasi sekolah rusak

Gresik (beritajatim.com) – Ratusan sekolah di Kabupaten Gresik, baik itu sekolah SDN maupun SMPN masih butuh perbaikan. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, ada 389 sekolah SDN dan 35 SMPN yang butuh perbaikan secara cepat.

Dari jumlah itu tidak mencakup satu sekolahan. Melainkan satu sekolah hanya satu atau beberapa ruangan. Pasalnya, tahun 2021 ada beberapa sekolah mengalami kerusakan setelah terdampak cuaca.

Sekolah seperti SMPN 27 Gresik, SDN Modoluko dan SDN Prambangan. Ketiga sekolah tersebut, dianggarkan pada APBD tahun 2022. Sebab, sekolah-sekolah tersebut sudah ada yang ambruk sejak tiga tahun silam, tetapi belum dilakukan perbaikan.

Terkait dengan ini, Kepala Disdik Kabupaten Gresik S Hariyanto menuturkan, untuk menuntaskan rehabilitasi sekolah itu setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 300 miliar. Jelas dana sebesar itu tidak mungkin bisa dilaksanakan dalam waktu satu tahun anggaran.

“Kalau dibebankan ke APBD sangat berat. Pasalnya, anggaran itu untuk rehab baik kategori rusak sedang dan berat,” tuturnya, Kamis (20/01/2022).

Ia menambahkan, untuk rehabilitasi sekolah. Pihaknya tidak terlalu berharap banyak mengandalkan APBD Gresik maupun dana alokasi khusus (DAK) dari APBN. Sebab, alokasi anggarannya sangat terbatas.

“Kalau mengandalkan bantuan dari APBN, butuh waktu selama 10 tahun kedepan baru bisa tuntas. Dengan dana perbandingan DAK yang turun selama ini,” imbuhnya.

Kendati demikian lanjut Hariyanto, ada solusi yang sudah dipertimbangkan. Yakni melakukan kolaborasi dengan perusahaan melalui dana corporate social responbility (CSR) dengan beberapa perusahaan. “Kami juga minta dukungan dari Komisi IV Dewan Gresik,” ungkapnya.

Tahun 2022 ini, Disdik Gresik menyiapkan anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk rehab gedung SD dan SMP. Dana tersebut diprioritaskan untuk memperbaiki kondisi ruangan yang rusak berat lebih dulu. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar