Pendidikan & Kesehatan

Ratusan Popok Bayi Dibuang Sembarangan di Mojokerto

Brigade Evaluasi Popok saat berada di tempat pembuangan sampah pinggir jalan Desa Berat Kulon, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Tumpukan sampah rumah tangga dan sejenisnya ditemukan di pinggir jalan Desa Berat Kulon, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto oleh Brigade Evakuasi Popok. Dari tumpukan sampah tersebut, masih ditemukan ratusan sampah popok bayi.

Berbagai jenis popok bayi memenuhi tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan. Diduga tumpukan sampah tersebut sengaja menjadi tempat pembuangan oleh masyarakat sekitar maupun yang sengaja lewat dan membuang sampah di pinggir jalan tersebut.

Brigade Evaluasi Popok, Azis mengatakan, ratusan popok bayi yang ditemukan di pinggir jalan Desa Berat Kulon tersebut berpotensi mencemari Sungai Brantas dikarenakan bahan bahan dari popok bayi sekali pakai adalah mayoritas berbahan dasar plastik.

“Berdasarkan penelitian Ecoton, sebanyak 80 persen ikan di Sungai Brantas sudah terkontaminasi mikro plastik. Di lokasi tidak ada sarana dan prasarana persampahan (pengangkutan) dan tidak adanya TPS (Tempat Pembuangan Sampah) membuat warga dengan nyamannya membuang popok bayi di sini,” ungkapnya, Senin (28/12/2020).

Dengan temuan tersebut, pihaknya berharap pemerintah desa untuk menyediakan tempat sampah khusus popok bayi sekali pakai. Jika hal tersebut terus dibiarkan, lanjut Aziz, maka akan semakin marak pembuangan popok bayi di sudut-sudut desa.

“Selain itu, kami juga mendorong agar pemerintah (Dinas Lingkungan Hidup, red) untuk membantu desa-desa yang berbatasan dengan Sungai Brantas agar menyediakan Tempat Pembuangan Sampah,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar