Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Ratusan Nakes Honorer Gresik Diupayakan Jadi Tenaga PPPK

Gresik (beritajatim.com)- Ratusan tenaga kesehatan (Nakes) honorer yang bertugas di Kabupaten Gresik, diupayakan menjadi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, atau PPPK. Langkah ini diambil karena ada kekuatiran dari pemerintah pusat akan menghapus pegawai honorer.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) ada 732 nakes yang status masih pegawai honorer. Jumlah tersebut, belum ditambah ada 195 nakes honorer non nakes. Sementara yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) 1.101, dan yang berstatus pegawai PPK 90 orang yang tersebar di 32 Puskesmas.

“Kami berharap kepada Kemenkes untuk bisa menjalin sinergitas dengan Kemendagri maupun Kemenpan-RB untuk mengusahakan afirmasi PPPK bagi nakes. Pasalnya, nakes honorer banyak yang sudah mengabdikan diri bertahun-tahun, dan mereka juga berjuang sama kerasnya serta mati-matian demi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani, Rabu (3/08/2022).


Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, peran nakes dengan status honorer, dan pegawai tetap merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Dari ratusan nakes yang honorer juga telah mengabdikan diri demi melayani kesehatan masyarakat. Bahkan, mereka bertaruh nyawa dikala pandemi covid-19.

“Kami menaruh harapan kepada Kementerian Kesehatan agar bisa menjalin sinergitas dan kolaborasi dengan Kemendagri maupun Kemenpan-RB terkait afirmasi PPPK nakes. Ini tidak lain bentuk penghargaan terhadap tenaga honorer,” katanya.

Upaya mendorong nakes honorer menjadi tenaga PPPK tidak lain juga sebagai bentuk apresiasi di bidang kesehatan. Pasalnya, Gresik menyabet kabupaten/kota terbaik pertama dalam kinerja pencapaian imunisasi rutin lengkap (IRL) periode bulan Januari hingga Mei 2022. Dari 33 kabupaten/kota di Jawa Timur ada tujuh daerah yang mendapat apresiasi dari Wagub Jatim dalam hal IRL.

Prestasi di bidang kesehatan ini cukup membanggakan, mengingat bidang kesehatan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi covid-19. Dengan sumber daya yang ada, tenaga kesehatan tanpa memandang status baik pegawai ASN maupun tenaga honorer berjibaku dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan teman-teman nakes. Termasuk juga kader PKK dan Pokja Imunisasi yang turun hingga ke desa. Tidak lupa kepada para orang tua dan masyarakat yang secara aktif mendorong kesuksesan program imunisasi,” tandasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev