Pendidikan & Kesehatan

Cegah Covid-19

Ratusan Kades di Jombang Deklarasi Optimalisasi Kampung Tangguh

Deklarasi optimasilsai kamoung tangguh di lapangan Polres Jombang sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, Rabu (4/11/2020)

Jombang (beritajatim.com) – Meski berada di zona oranye, upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan di Jombang. Salah satunya dengan mengotimalkan KTS (Kampung Tangguh Semeru). Hal itulah yang dilakukan ratusan Kades (Kepala Desa) di Kota Santri.

Mereka mengikuti apel deklarasi ‘Optimalisasi Kampung Tangguh Semeru 2020’ di Halaman Mapolres Jombang Jawa Timur. Rabu, (4/11/2020). Tentu saja, pelaksanaan apel deklarasi ini menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Ratusan Kades ini berbaris di lapangan dengan saling menjaga jarak.

Seluruh peserta deklarasi juga wajib mengenakan masker. Sebelum memasuki lapangan, ratusan Kades ini juga mencuci tangan dengan sabun. Selain Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Jombang Sumrambah.

Usai apel, para peserta membubuhkan tanda tangan di tempat yang sudah disediakan. Yakni mendukung optimalisasi KTS. “Deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan kampung tangguh semeru 2020 di Kabupaten Jombang,” ujar Agung usai acara.

Kapolres lantas membeber tujuan berdirinya kampung tangguh. Pertama, dari segi Kesehatan, yakni untuk menekanmenekan penyebaran Covid-19. Kemudian untuk mewujudkan kemandirian secara ekonomi. Diharapkan, masyarakat bersama-sama TNI–Polri mampu menumbuhkembangkan perekonomian yang ada di Jombang.  Sedangkan poin ketiga terkait faktor keamanan, yakni meminimalisir terjadinya aksi kejahatan di desa.

“Keberadaan kampung tangguh semeru ini berperan penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga, kampung tangguh ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan diketahui manfaatnya,” kata Agung menjelaskan.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa penyebaran Covid-19 yang ada di Jombang mulai menurun. “Kampung tangguh ini menekan penyabaran Covid, yakni di bawah angka sepuluh setiap harinya. Karena dengan kampung tangguh, kesadaran masyarakat dalam memakai masker juga meningkat. Juga menciptakan kegotongroyongan di desa,” imbuhnya.

Oleh sebab itu Kapolres berharap Kades yang belum membentuk kampung tangguh segera merealisasikannya. Dalam hal ini, Polres Jombang siap memberikan pendampingan. “Bagi desa yang sudah memilik kampung tangguh dilakukan evaluasi dan pendampingan agar dapat bermanfaat oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

Sementara, Wabup Sumrambah mengatakan, di Kabupaten Jombang sudah terbentuk 43 kampung tangguh. Dia berharap keberadaan tersebut menyebar di seluruh desa di Kabupaten Jombang.

Masih menurut wabub, keberadaan kampung tanggung bukan sekadar penanganan masalah covid-19 tapi juga guna menguatkan kembali sendi-sendi sosial ekonomi masyarakat. “Adanya kampung tangguh juga menumbuhkembangkan lagi kedisiplinan, penguatan sektor kebersamaan, serta gotong royong,” ujarnya. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar