Pendidikan & Kesehatan

Ratusan Jurnalis dan Keluarga Ikuti Rapid Test Gratis Kepala Staf Kepresidenan dan PWI Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Staf Kepresidenan RI bekerjasama dengan PWI Jatim dan RS Siloam Surabaya menggelar rapid test gratis bagi para jurnalis dan keluarganya, Kamis (3/9/2020). Bertempat di Graha PWI Jatim di jalan Taman Apsari Surabaya, rapid test diikuti 200-an jurnalis dan keluarganya.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jendral (Purn) Moeldoko menjelaskan, rapid tes ini diharapkan bisa membantu kaum pewarta yang terkendala rapid test. Sebab, jurnalis dan keluarga adalah kalangan pekerja yang rentan terpapar virus karena tuntutan kerja.

“Kita harapkan ini semua bisa membuat para jurnalis untuk lebih semangat bekerja. Sebab jurnalis adalah tombak informasi publik yang rentan terkena virus. Sehingga kita harapkan para jurnalis bisa terbantukan melalui rapid tes ini,” jelasnya singkat kepada jurnalis di kantor PWI Jatim.

Sementara itu, sejumlah jurnalis baik dari media Televisi, Cetak, Online dan Radio mengikuti rapid tes yang berjalan sejak pukul 12.30 WIB. Sejumlah media seperti Kompas cetak, Kompas TV, beritajatim.com, Jawa Pos, Memorandum, Antara dan juga media lain mengantri mengisi formulir pendaftaran.

Sejumlah jurnalis saat menjalani pemeriksaan kesehatan rapid test di kantor PWI Jawa Timur, Surabaya, Kamis (3/9/2020).(Manik Priyo Prabowo)

Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim mengaku senang dengan bisa menyelenggarakan rapid test untuk kedua kalinya ini. Sebelumnya, pada akhir Juli 2020 lalu, PWI Jatim juga menggelar rapid test. Tercatat, ada 50 jurnalis dan staf media mengikuti rapid test kala itu.

“Pertama kami ucapkan terima kasih kepada Staf Sekretaris Kepresidenan, RS Siloam dan sejumlah instansi lain yang mensuport acara rapid tes gratis ini. Harapannya agar para jurnalis terwadahi akan kebutuhan rapid test di era pandemi ini,” katanya kepada beritajatim.com.

Di sisi lain, Bhana Patria, jurnalis foto Kompas, mengaku senang dengan adanya program ini. Harapannya, minimal dua pekan sekali pemerintah bekerjasama dengan pihak lain untuk menggelar rapid test seperti ini. “Syukur ada fasilitas seperti ini. Saya harap ada terus minimal dua pekan sekali. Karena kita merupakan pekerja yang rentan dengan penularan virus,” katanya.(man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar