Pendidikan & Kesehatan

Ratusan Guru dan Tenaga Pendidik di Mojokerto Jalani Rapid Test Massal

Sejumlah guru menjalani Rapid Test gratis program dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Kota/Kabupaten Mojokerto di lapangan basket  SMA Negeri 1 Puri Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan guru dan tenaga kependidikan di Mojokerto menjalani rapid test massal gratis program dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Kota/Kabupaten Mojokerto. Tujuannya untuk persiapan menyongsong pembelajaran tatap muka secara langsung di sekolah pada masa transisi adaptasi tatanan normal baru selama pandemi Covid-19.

Kegiatan rapid test secara serentak dilaksanakan di enam Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan rapid test massal tersebut digelar selama dua hari yakni tanggal 24 dan 25 Agustus 2020. Kegiatan digelar di tiga tempat yakni di SMKN 1 Dlanggu, SMAN 1 Mojosari dan SMAN 1 Puri.

Kepala Cabang Dindik Provinsi Jatim Wilayah Kota/Kabupaten Mojokerto, Kresna Herlambang mengatakan, peserta rapid test adalah guru dan tenaga kependidikan di seluruh sekolah SMA Negeri di Mojokerto yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari satuan pendidikan yang telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Timur.

“Dalam pelaksanaannya ada dua sesi. Sesi I diikuti kurang lebih sekitar 990 orang dengan tiga waktu pelaksanaan yakni di tiga sekolah yang telah ditunjuk pada masing-masing tempat yaitu berjumlah 330 orang. Pelaksanaannya kemarin,” ungkapnya, Selasa (25/8/2020).

Sedangkan, sesi II akan digelar Selasa 25 Agustus 2020 yaitu di SMAN 1 Puri 300 orang, SMAN 1 Mojosari 300 orang dan SMKN 1 Dlanggu 378 orang. Total seluruh peserta rapid test massal sebanyak 1.968 orang. Program tersebut bekerja sama dengan petugas tenaga kesehatan dari Provinsi Jawa Timur dengan tujuan untuk memastikan guru dan tenaga kependidikan di sekolah tidak terpapar Covid-19.

“Tujuannya untuk memastikan dari hasil pengecekan (rapid test) tidak ada orang-orang di satuan pendidikan yang terpapar Covid-19 dan sekaligus  menyonsong pembelajaran tatap muka di sekolah,” jelasnya.

“Ya khawatir karena banyak orang apalagi petugas juga tidak ganti sarung tangan. Pasrah, Alhamdulillah hasilnya non reaktif. Rencananya ada Luring (Pembelajaran Tatap Muka) bersama siswa sehinga kita sudah siap dalam pekan ini. Kalau SMAN 2 sudah melakukan simulasi protokol kesehatan pembelajaran tatap muka di sekolah,” ucap Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 2 Mojokerto, Diah.

Ditambahkannya, rapid test massal diikuti oleh seluruh guru di Kota/Kabupaten Mojokerto sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah. Sehingga, para guru sudah siap apabila mulai diterapkan intensif pembelajaran tatap muka di sekolah lantaran sudah menjalani rapid test Covid-19 dan hasilnya negatif (non reaktif). [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar