Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Ratusan Gedung Sekolah Rusak di Bojonegoro Terbengkalai

Zaenal Arifin Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Ratusan gedung sekolah di Kabupaten Bojonegoro yang rusak masih terbengkalai. Sesuai dengan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pembangunan gedung sekolah yang rusak itu harus dilakukan pejabat pembuat komitmen (PPKom) dari dinas teknis.

Kasi Sarana Prasarana Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Zainal Arifin mengatakan, berdasarkan rekomendasi KPK, untuk pengerjaan rehab dan pembangunan gedung harus dilakukan oleh PPKom dalam hal ini yakni, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK).

“Pada Agustus 2021 sudah bersurat ke dinas cipta karya (PKPCK). Intinya meminta bantuan agar mengerjakan pekerjaan diknas. Jawabannya mereka sudah banyak pekerjaannya sendiri dan SDM yang dimiliki terbatas sehingga tidak bisa bantu pengerjaan fisik di diknas,” ujarnya, Senin (26/9/2022).


Sehingga, ratusan sekolah yang seharusnya sudah saatnya dilakukan perbaikan maupun pembangunan yang bersumber dari anggaran APBD belum tersentuh. Sikap keberatan dari PKP Cipta Karya itu, lanjut Zaenal, sudah disampaikan ke KPK agar diberi rekomendasi kebijakan untuk perbaikan gedung.

“Masih menunggu rekomendasi dari KPK. Seharusnya pimpinan juga membuat kebijakan agar pengerjaan gedung bisa segera dilakukan,” harapnya.

Belum adanya kejelasan kapan pembangunan gedung sekolah itu dilakukan, menurutnya juga membuat sejumlah sekolah berkali-kali menanyakan ke diknas, karena kerusakan gedung tersebut juga mengganggu proses belajar mengajar.

“Seperti SDN Sumuragung sudah 2 kali mengajukan. Diknas berharap agar segera ada kejelasan terkait kebijakan baru ini. Termasuk seharusnya cipta karya mau melakukan realisasi pembangunan ini jika dirasa diknas tidak boleh mengerjakan fisik,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, data di dinas pendidikan, bantuan untuk pengerjaan ruang kelas baru (RKB) maupun rehab kelas untuk sekolah dasar (SD) dan SMP sebanyak 102 sekolah. Rinciannya, gedung SD sebanyak 92 lokasi dan SMP 10 lokasi dengan plafon anggaran sekitar Rp31 miliar.

“Dalam P-APBD ada usulan lagi 68 lokasi. Rata-rata rehab sama pembangunan pagar senilai Rp13 miliar,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Kabupaten Bojonegoro Adie Witjaksono saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban hingga berita ini ditulis. [lus/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar