Pendidikan & Kesehatan

Ratusan Anak di Tuban Diajak Bermain Permainan Tradisional

Tuban (beritajatim.com) – Sebagai bentuk untuk memperingati Hari Anak Internasional, Forum Anak (FA) Kabupaten Tuban menggelar kegiatan dengan tema traditional game return (TGR) yang berlangsung di kawasan Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Tuban, Minggu (4/8/2019).

Kegiatan TGR yang dilaksanakan oleh Forum Anak Kabupaten Tuban itu diikuti ratusan anak-anak yang merupakan pelajar yang ada di Tuban Bumi Wali itu. Selain melibatkan anak-anak, peringatan Hari Anak Internasional itu juga melibatkan para guru yang mengikuti seminar terbuka.

Peringatan hari anak itu diawali dengan senam bersama dengan diikuti sekitar 300 anak dari berbagai sekolahan yang ada di Tuban. Yang mana kegiatan itu merupakan salah upaya untuk mengampanyekan permainan tradisional serta mengajak para anak-anak untuk bermain permainan tradisional.

“Kegiatan ini adalah untuk memperingati hari anak internasional. Ini melibatkan sebanyak 300 anak-anak dan juga perwakilan dari para guru yang ada di Kabupaten Tuban ini,” terang Nunuk Fauziah, Direktur Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban.

Sejumlah anak-anak saat bermain Dakon di Gor Tuban

Ratusan anak-anak tersebut diajak bermain dan dikenalkan dengan permainan tradisional seperti godak sodor, bermain kelereng, rangku angklung, lompat tali. Selain itu juga ada permainan dakon, engklek, kotak sembilan, egrang dan juga permainan tradisional lainnya yang sudah jarang dimainkan anak-anak.

“Kenapa ini kita lakukan, dikarenakan anak-anak saat ini selalu memegang gagdet, dikhawatirkan dengan terlalu fokus berkain gagdet anak-anak akan melupakam permainan tradisional dan budaya Indonesia. Maka ini permainan tradisional perlu untuk dilestarikan,” tambah Nunuk Fauziah, yang menfasilitasi kegiatan itu.

Sementara itu, untuk para guru dan orang tua yang ikut dalam kegiatan peringatan Hari Anak Internasional itu juga mendapatkan materi tentang hak anak. Selain itu, mereka juga diberikan seminar terbuka tentang jenis-jenis kekerasan terhadap anak dan juga kekerasan seksual terhadap anak.

“Bagi orang dewasa atau guru ada materi tentang hak anak dan jenis-jenis kekerasan yang dialami oleh anak-anak. Tujauannya supaya para orang dewasa atau guru lebih responsif dan peduli serta memberikan perlindungan terhadapan anak yang mendapatkan perlakuan kekerasan. Salah satu contohnya seperti perlakuan bullying terutama di sekolah,” pungkas aktivis perlindungan perempuan dan anak di Tuban itu.[mut/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar