Pendidikan & Kesehatan

Rata-rata 70 Orang Terjaring Razia, Setiap Operasi Yustisi di Kota Malang

Operasi yustisi di Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Satpol PP Kota Malang bersama Polresta Malang Kota dan TNI melakukan operasi yustisi di kawasan Simpang Balapan Kota Malang, Selasa (24/11/2020). Operasi yustisi ini untuk menjaring pelanggar protokol kesehatan saat pandemi Covid-19.

Kepala Bidang PPUD Satpol PP Kota Malang, Natalino Monteiro mengatakan dalam sekali operasi yustisi petugas menjaring sekitar 70 warga yang abai dengan protokol kesehatan. Jumlahnya memang menurun dibandingkan pada beberapa bulan yang lalu. Namun, operasi yustisi ini dilakukan sepekan sekali dari sebelumnya sepekan tiga kali.

“Awalnya kita lakukan operasi yustisi seminggu tiga kali, tetapi sekarang hanya seminggu sekali. Setiap sekali operasi selama 1,5 hingga 2 jam, rata-rata ada 70 warga yang terjaring razia. Kalau kita razia sehari penuh, pasti semakin banyak warga yang terjaring,” kata Natalino.

Natalino mengatakan, sejak diterbitkannya Perda Jatim nomor 2 tahun 2029, pihaknya rutin melakukan operasi yustisi di sejumlah titik keramaian masyarakat. Tujuannya agar warga tetap disiplin terutama dalam penerapan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

“Sebenarnya itu banyak yang bawa masker tapi tidak dipakai. Meski bawa masker tetapi kalau tidak dipakai ya tetap terjaring operasi yustisi. Bagi pengguna kendaraan roda dua hukumnya wajib pakai masker,” ucap Natalino.

Dalam operasi yustisi ini, bagi warga yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker, langsung menjalani sidang di tempat. Dalam sidang itu, terdapat PPNS yang melakukan pendataan, hakim yang memutuskan nilai denda, dan jaksa yang menerima denda yang dibayarkan pelanggar. “Rata-rata para pelanggar ini membayar denda Rp25 ribu. Nilai denda ini bervariasi tergantung keputusan hakim,” tandas Natalino. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar