Pendidikan & Kesehatan

Rapid Test Reaktif, 2 PDP di Jember Dimakamkan

Petugas PMI Jember memakamkan jenazah pasien dalam pengawasan dengan protokol Covid-19 (istimewa)

Jember (beritajatim.com) – Dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) dimakamkan dengan protokol Covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Keduanya diisolasi di rumah sakit, setelah hasil tes cepat (rapid test) reaktif.

Pasien pertama berjenis kelamin pria berusia 72 tahun dan tinggal di Kecamatan Patrang. Dia meninggal pada Sabtu (9/5/2020), pukul 14.00, setelah dirawat di Rumah Sakit Jember Klinik. “Dia pasien rawat inap. Memang beliau sudah sepuh. Pensiunan guru,” kata Kepala Kepolisian Sektor Patrang Inspektur Satu Sholikin Agus Wijaya, Senin (11/5/2020).

Ambulans khusus Covid-19 milik Palang Merah Indonesia menjemput jenazah. Petugas memakamkan sesuai prosedur penanganan Covid-19, memakai alat pelindung diri lengkap. “Hasil rapid tes beliau reaktif dan punya riwayat sesak napas,” kata Sholikin.

Pasien kedua adalah perempuan berusia 78 tahun, warga Kecamatan Kalisat. Dia meninggal pada Minggu (10/5/2020), pukul 10.00. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Bina Sehat, setelah mengalami keluhan sesak napas sehari sebelumnya.

Dia termasuk orang tanpa gejala, dan tidak memberitahu petugas jika sempat menjenguk sang anak yang berdomisili di Jakarta. Rapid test dilakukan setelah dia meninggal, dan menunjukkan hasil reaktif.

Keluarga tidak keberatan, jika pasien tersebut dimakamkan dengan menggunakan prosedur Covid-19. Dengan prosedur ini, jenazah pasien tidak disemayamkan di rumah duka, melainkan langsung dibawa ke makam dari rumah sakit. Pemakaman disaksikan Kepala Kepolisian Sektor Kalisat Ajun Komisaris Sukari. Keluarga bisa hadir, namun dibatasi dengan menggunakan masker dan berjarak 10 meter dari makam. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar