Pendidikan & Kesehatan

Rapid Test Massal di Pacet Mojokerto, 3 Warga Reaktif

Rapid test massal yang digelar Dinkes Provinsi Jawa Timur bersama Dinkes Kabupaten Mojokerto di Bunderan Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur dengan Dinkes Kabupaten Mojokerto menggelar rapid test massal di Bundaran Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/6/2020). Layanan rapid test yang mampu melayani hingga 1.000 tes tersebut, merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Rapid test diikuti oleh warga masyarakat, mulai pedagang sekitar bundaran hingga pengguna jalan yang merupakan warga Kabupaten Mojokerto. Dari empat meja yang disediakan petugas, ada total sebanyak 287 warga yang mengikuti rapid test massal. Hasilnya, ada tiga warga yang hasilnya reaktif.

“Rapid hari ini sesuai instruksi Ibu Gubernur Jawa Timur. Kenapa di Pacet? Karena sektor pariwisata termasuk dari tujuh sektor yang ditekankan untuk dipulihkan dalam era new normal. Kawasan Pacet ini adalah daerah wisata yang banyak menjadi jujukan masyarakat baik dalam maupun luar daerah,” ungkap Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

Terlebih lagi saat ini, lanjut Bupati, sudah ada 90 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto. Sehingga Pemkab Mojokerto terus lakukan upaya pemutusan rantai penyebaran virus corona khususnya di Kabupaten Mojokerto.

“Ini bentuk kerja sama Pemkab Mojokerto dengan Pemprov Jawa Timur, sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada Gubenur Jawa Timur, Ibu Khofifah. Kita coba tracing semuanya, karena kita ini beranjak dalam pemulihan ekonomi. Kita siapkan semuanya, paling tidak kesehatan, sosial, ekonomi sampai keamanannya,” katanya.

Bupati menambahkan, masyarakat Kabupaten Mojokerto cukup antusias untuk mengikuti rapid test massal tersebut. Terbukti, rapid test yang digelar di Bunderan Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ada sebanyak 287 warga yang ikut dari target 1.000, hasilnya ada tiga orang yang reaktif.

Sementara itu, Tim Hunter Covid-19 Jawa Timur, Dr Gigi Fitriya Dewi menambahkan, Tim Hunter Covid-19 Jawa Timur dibentuk Pemprov Jawa Timur untuk memback up kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memutus mata rantai penyebaran, penularan Covid-19 di Provinsi Jawa Timur.

“Salah satu kabupaten yang diminta untuk memback up adalah Kabupaten Mojokerto. Salah satu caranya dengan melakukan pemeriksaan rapid test, jika ada yang reaktif akan dilakukan uji swab. Untuk tata laksananya, yang kontak erat jika sudah dilakukan rapid test semuanya,” jelasnya.

Kemudian rapid test dilakukan kepada orang-orang yang beresiko. Salah satunya, lanjut Dr Gigi, pemilihan itulah yang menjadi target kegiatan untuk melakukan screening yang massif tersebut. Di Kabupaten Mojokerto sendiri pelaksana rapid test dilakukan dalam waktu tiga sampai empat hari dengan target 1.000 rapid test.

“Untuk pemilihan tempat, teman-teman Dinkes Kabupaten Mojokerto beserta Satgas Gugus Covid-19 nya itu yang sudah punya pemetaan sasaran. Jadi di tempat mana yang dilakukan tracing kemudian dilakukan tindak lanjut dengan melakukan rapid test. Sehingga kita mengikuti pemetaan dari Dinkes,” tuturnya.

Pemilihan Bunderan Pacet, tegas Dr Gigi, karena sejak satu minggu lalu cukup ramai dikunjungi masyarakat meski tempat wisata di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto belum dibuka. Sehingga masyarakat yang ada di Pacet terutama pelaku ekonomi di wisata Pacet harus tetap sehat.

“Itu yang menjadi pemikiran teman-teman di Dinkes Kabupaten Mojokerto dan Tim Gugus Covid-19 nya. Sehingga dari pembelajaran minggu lalu, hari ini mereka bergerak untuk sasaran-sasaran beresiko yang ada di Pacet. Sasarannya di sini merupakan masyarakat Kabupaten Mojokerto,” lanjutnya.

Dr Gigi menambahkan, pengunjung wisata tidak menjadi sasaran dalam rapid test tersebut. Namun adalah penduduk Kabupaten Mojokerto yang ada di Pacet karena mempunyai pekerjaan yang cukup beresiko. Yakni pelaku usaha, wisata dan masyarakat Pacet yang menjadi target sasaran rapid test. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar