Pendidikan & Kesehatan

Rapid Test Kit Asli Indonesia Diluncurkan 20 Mei 2020

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) menjadi salah satu perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Task Force Riset dan Inovasi Teknologi BPPT. Ada tiga Perguruan Tinggi yang tergabung yakni Universitas Gadjah Mada, Laboratorium Hepatika (Universitas Mataram) dan Airlangga.

Konsorsium ini bertujuan untuk membuat Rapid Test Kit asli Indonesia, yang diberi nama RI-GHA19. Salah satu peneliti Unair yang tergabung dalam konsorsium ini adalah Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh yang merupakan guru besar virologi dan imunologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) mengatakan bahwa pembuatan rapid tes ini disumbangkan ke pemerintah sebagai upaya untuk mengatasi pandemi Covid-19.

“RI-GHA19 ini adalah produk Rapid test kit pertama asli Indonesia dan akan dilauncing langsung oleh Presiden Jokowi pada 20 Mei 2020,” ujar Prof Fedik kepada beritajatim.com, Senin (11/5/2020).

Selama ini, rapid test yang digunakan merupakan produk impor, oleh karenanya Konsorsium ini khusus dibentuk untuk pembuatan rapid test kit asli Indonesia. Pada tahap pertama, rapid test kit dibuat sebanyak 10.000 dan pada tahap kedua akan diproduksi sebanyak 50.000 kit.

“Saat ini belum di-launching karena masih dalam tahap uji validasi. Uji validasi dilakukan di Solo, Semarang dan Yogyakarta,” terangnya.

Tim GHA ini membutuhkan waktu setidaknya hanya 2 bulan untuk melakukan proses produksi. Dan membutuhkan waktu 2 minggu untuk uji validasi. RI-GHA19 memiliki keunggulan dibanding rapid test kit impor, yakni praktis, mudah dibawa, tanpa alat tambahan, tanpa tenaga terlatih, dapat dipakai dimana saja, hasil cepat, spesifik terhadap antigen Covid-19, dapat digunakan untuk massive/field screening baik untuk OTG, ODP, PDP dan Post Infeksi.

‘Ya karena sudah mengcover semuakebutuhan rapid test, harapannya bisa membantu pemerintah mendapat gambaran herd immunity dan membuat kebijakan tentang Covid-19,” kata Prof Fedik. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar