Pendidikan & Kesehatan

Rapid Test di 2 Pasar Kabupaten Mojokerto, 6 Orang Reaktif

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto. [Foto: misti/bj.com]

Caption : Mojokerto (beritajatim.com) – Dari 837 pengunjung dan pedagang di Pasar Kedung Maling, Kecamatan Sooko dan Pasar Kemlagi, Kabupaten Mojokerto dilakukan rapid test oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Hasilnya, ada enam orang hasilnya reaktif (positif).

Di Pasar Kedung Maling, Kecamatan Sooko tercatat ada 373 pengunjung dan pedagang menjalani rapid test di lima meja yang disiapkan petugas dengan hasil seluruhnya non reaktif (negatif). Meja 1 dengan 75 tes (nonreaktif), meja 2 dengan 73 tes (nonreaktif), meja 3 dengan 75 tes (nonreaktif), meja 4 dengan 90 (nonreaktif), dan meja 5 dengan 60 tes (nonreaktif).

Sedangkan di Pasar Kemlagi ada 500 orang yang menjalani rapid test, dimana 494 orang dinyatakan nonreaktif, serta 6 lainnya menunjukkan hasil reaktif. Meja 1 dengan 100 tes (98 nonreaktif, 2 reaktif), meja 2 dengan 100 tes (nonreaktif), meja 3 dengan 100 tes (97 nonreaktif, 3 reaktif), meja 4 dengan 100 tes (nonreaktif) serta meja 5 dengan 100 tes (99 nonreaktif, 1 reaktif).

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto mengatakan, ada dua Pasar tradisional yang dilakukan rapid test yakni Pasar Kedung Maling, Kecamatan Sooko dengan jumlah 373 pengujung dan pedagang dengan hasil non resktif dan Pasar Kemlagi, Kecamatan Kemlagi sebanyak 500 pengunjung dan pedagang.

“Hasilnya di Pasar Kemlagi, 6 orang reaktif. Sebanyak 6 orang ini campur selain pedagang juga pengunjung, tindakan selanjutnya mereka dibawa Tim Dinkes ke RSUD Prof Dr Soekandar untuk penangganan selanjutnya. Mudah-mudahan hasil swab secepatnya karena informasi antri, tidak bisa jawab pasti. Dinkes akan koordinasi secepat,” ungkapnya, Selasa (19/5/2020).

Masih kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto ini, kegiatan tersebut juga bagian dari edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19 yang merupakan virus bahaya. Adanya rapid test on the spot tersebut diharapkan masyarakat semakin sadar.

“Kita saat ini hidup dalam lingkaran covid-19, protokol kesehatan harus dijalani masyarakat. Terhadap 6 orang reaktif tersebut akan dilakukan uji swab, uji swab ini yang menentukan. Sembari menunggu hasilnya keluar, mereka akan menjalani isolasi minimal 14 hari. Mandiri atau di sana (RSUD Prof Dr Soekandar, red),” jelasnya.

Terkait wacana penutupan Pasar Kemlagi pasca ditemukan enam orang reaktif dari hasil rapid tes, pihaknya akan melakukan pengajian dan evaluasi untuk disampaikan ke Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto yang merupakan Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

“Mungkin ada evaluasi karena menutup pasar itu keputusan besar, kita akan kaji dan lapor ke Bupati terkait plus minusnya. Karena pasar merupakan roda perekonomian masyarakat ada di sana,” tegasnya.

Untuk enam orang dengan hasil reaktif ini, langsung mendapat penanganan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. Mereka diberangkatkan ke RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari untuk menjalani tes swab dan isolasi selama 14 hari. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar