Pendidikan & Kesehatan

Rapid Test dan Swab Negatif, PDP Asal Surabaya Meninggal di Mojokerto

Petugas yang akan melakukan prosesi pemakaman PDP asal Kota Surabaya. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Salah seorang pasien meninggal di RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Rabu (29/4/2020). Dia merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kota Surabaya yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Septianto mengatakan, pasien berinisial RJ (49) merupakan warga Kelurahan Tegalsari. “Pasien meninggal dan dimakamkan di wilayah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (29/4/2020).

Ardi menjelaskan, pasien sebelumnya ditemukan sakit oleh warga di area Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST) Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada 13 April 2020. Setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta, pasien dirujuk ke RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

“Namun setelah menjalani perawatan di RSUD Prof Dr Soekandar, pasien meninggal. Proses rapid test dan swab juga sudah dilakukan oleh tim medis, namun hasil kedua tes negatif. Setelah dilakukan penelusuran, pasien tidak punya tempat tinggal tetap, berdasarkan KTP domisilinya Surabaya,” jelasnya.

Sehingga pasien yang berstatus PDP Kota Surabaya sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) ini, dimakamkan di wilayah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Proses pemakaman dilakukan oleh tim menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Tidak hanya itu, prosesi pemakaman juga dikawal oleh petugas kepolisian dan TNI setempat. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar