Pendidikan & Kesehatan

PWI Pamekasan Terbitkan Buku “Bukan Celurit”

Ketua PWI Pamekasan, Abd Aziz (dua dari kiri) didampingi Sekretaris PWI Pamekasan, Esa Arif menyerahkan buku "Bukan Celurit" kepada Bupati Pamekasan, Badrut Tamam didampingi Sekda Totok Hartono di Mandhepa Agung Ronggosukowati.

Pamekasan (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menerbitkan buku karya jurnalistik berjudul “Bukan Celurit: Madura dalam Sorotan Media” yang menyajikan berbagai fenomena sosial kemasyarakatan hingga olahraga.

Buku yang dikemas dalam buku rampai setebal 454 halaman tersebut, merupakan karya para wartawan yang tergabung di organisasi profesi. “Jadi buku rampai ini merupakan kumpulan karya jurnalistik teman-teman jurnalis Pamekasan,” kata Ketua PWI Pamekasan, Abd Aziz, Rabu (6/5/2020).

Dalam karya yang mendapatkan apresiasi dari Ketua PWI Provinsi Jawa Timur, Ainur Rohim juga mengupas tuntas berbagai fenomena di Madura. Mulai dari aspek budaya, ekonomi, pendidikan, politik, sosial kemasyarakatan maupun berbagai aspek lainnya.

“Ungkapan terima kasih kami sampaikan kepada Ketum PWI Jatim yang telah bersedia memberikan sambutan di buku ini, termasuk juga para pengurus PWI Jawa Timur lainnya yang terus mendorong agar budaya literasi tetap terjaga di kalangan insan pers,” ungkapnya.

Buku Rampai “Bukan Celurit: Madura dalam Sorotan Media” karya Wartawan PWI Pamekasan.

Tidak hanya itu, inisiasi menerbitkan buku tidak lepas dari upaya jajaran pengurus PWI Pamekasan untuk terus menjaga budaya literasi, khususnya di kabupaten yang juga berinisiatif untuk terus menumbuhkan budaya literasi di masyarakat.

“Orientasi penting dari terbitnya buku ini tidak lepas dari upaya kami untuk mendorong budaya literasi di kalangan insan pers, tidak kalah penting tentunya marwah jurnalis sebagai penyampai risalah terpelihara dengan baik di tengah membanjirnya arus informasi saat ini,” jelas wartawan yang menyandang status sebagai Magister Komunikasi.

Dari itu pihaknya berharap terbitnya buku tersebut nantinya dapat menjadi motivasi kepada para insan pers, khususnya di organisasi yang dipimpinnya, agar terus menjunjung tinggi etika jurnalistik. “Selain mendorong peningkatan budaya literasi dan menjaga marwah profesi, kita harapkan hal ini terus berlangsung pada tahun mendatang dan tentunya dengan kemasan berbeda dan lebih baik,” harap wartawan LKBN Antara Jatim.

“Kami akui buku ini masih terdapat beberapa kekurangan, semoga pada terbitan berikutnya bisa lebih baik lagi dan tentunya dengan gagasan dan ide yang lebih progresif dan up to date. Sehingga dapat memotivasi rekan-rekan jurnalis untuk terus meningkatkan budaya literasi,” pungkasnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar