Pendidikan & Kesehatan

PWI Pamekasan Pertimbangkan Tambah Jumlah Peserta Sekolah Jurnalistik

Khairul Anam (tengah/pegang mic) saat memberikan materi dalam kegiatan Sekolah Jurnalistik yang digagas PWI Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan, mempertimbangkan jumlah peserta sekolah jurnalistik angkatan kedua bertambah dan lebih banyak, khususnya pasca pandemi Coronavirus Disiase 2019 berakhir.

Sebab pada pelaksanaan sekolah jurnalistik angkatan pertama, total peserta terdapat sekitar 13 orang yang berasal dari dua Perguruan Tinggi (PT) berbeda, meliputi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, dan mahasiswa Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan.

“Untuk angkatan pertama kedua nanti kita akan mempertimbangkan jumlah peserta, bisa saja lebih banyak dari jumlah peserta pada angkatan pertama ini. Tentunya apabila nanti kondisi pandemi Covid-19 ini berakhir,” kata Ketua PWI Pamekasan, Abd Aziz, Sabtu (5/4/2021).

Pembatasan peserta pada pelaksanaan sekolah jurnalistik angkatan pertama, sengaja dilakukan sebagai upaya menerapkan protokol kesehatan Covid-19. “Jumah peserta angkatan pertama ini menyesuaikan dengan prokes, apalagi kapasitas ruang pelatihan PWI Pamekasan idealnya hanya mampu menampung 30 orang,” ungkapnya.

“Tapi karena kondisi pandemi seperti saat ini, akhirnya peserta kita batasi sekaligus dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga untuk angkatan kedua nanti bisa kita pertimbangkan jumlah anggota lebih banyak sesuai dengan kapasitas ruang, tentunya pasca pandemi ini berakhir,” jelasnya.

Seperti diketahui, sekolah jurnalistik angkatan pertama PWI Pamekasan, dijadwalkan digelar selama tiga bulan kedepan, terhitung sejak Senin (15/3/2021). Terdapat sebanyak 13 orang tercatat sebagai peserta dalam kegiatan yang diisi oleh 15 narasumber dengan beragam materi berbeda.

Pada dua bulan pertama, pola pembelajaran difokuskan pada kajian teori semisal jurnalistik dasar, konsep dasar, bahasa, kode etik hingga sejarah perkembangan jurnalistik. Sedangkan untuk bulan ketiga (Mei 2021), bakal diterapkan pembelajaran praktik lapangan.

Bahkan memasuki bulan kedua, peserta nantinya akan diminta memilih jurusan sesuai dengan jenis media yang diinginkan. Baik media cetak, elektronik (radio dan televisi) maupun media online. Sehingga nantinya peserta bakal digembleng materi sesuai dengan jurusan yang mereka pilih, dipandu langsung anggota sesuai dengan tugas dari media berbeda.

“Jika peserta memilih radio, maka nantinya materi akan fokus pada media radio dengan didampingi partner dari rekan-rekan wartawan radio pula. Misalnya cara menyajikan berita untuk pendengar, pola penulisan, serta menyajikan kutipan atau insert pada berita radio,” sambung Magister PascaSarjana Media dan Komunikasi FISIP Unair Surabaya.

Termasuk untuk jenis media lainnya, seperti media cetak maupun media online. Di mana peserta yang menentukan pilihan juga akan didampingi langsung oleh mentor sesuai dengan tugas profesi anggota. Sehingga pada bulan ketiga, para peserta bakal melaksanakan praktik lapangan dengan mentor wartawan dari masing-masing media. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar