Pendidikan & Kesehatan

Putus Penyebaran Covid-19 dengan Tracing Door to Door, Kota Mojokerto Tambah 11 Pasien Positif

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kembali memperbarui status data perkembangan kasus corona yang terus melonjak setiap harinya. Jumat (12/6/2020) kemarin, jumlah pasien terkonfirmasi bertambah 11 orang.

Sehingga total jumlah pasien positif yang terpapar virus corona di Kota Mojokerto menjadi 36 orang. Bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi tersebut, tidak lepas dari hasil tracing yang getol dilakukan oleh petugas medis kepada masyarakat secara langsung di lapangan. Door to door.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, hasil tracing, tidak lepas dari peran serta masyarakat yang telah bersinergi untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus. “Peran serta masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan sangat diperlukan,” ungkapnya, Sabtu (13/6/2020).

Tujuannya agar dapat melindungi diri maupun melindungi orang lain. Karena tidak pernah tahu, siapa yang membawa virus atau pun siapa yang terpapar virus tersebut. Petugas getol melakukan tracing karena diharapkan pemutusan mata rantai penyebaran virus corona di Kota Mojokerto dapat dicegah sedini mungkin.

Dibawah instruksi Wali Kota Mojokerto sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ika Puspitasari, meminta kepada seluruh garda depan atau petugas medis untuk terjun secara door to door berhadapan kepada masyarakat agar dapat memutus penyebaran virus melalui tracing.

“Metode tracing, terbukti manjur jika dibarengi dengan sinergitas dan dukungan dari masyarakat. Karena selain rapid tes secara random di area publik, penerapan jam malam, penyemprotan disinfektan, kami juga melalukan tracing kepada masyarakat. Petugas medis mendatangi satu persatu rumah, untuk dilakukan rapid tes dan swab,” katanya.

Metode tracing ini, bisa manjur jika masyarakat mau bersama-sama mendukung. Karena dengan melakukan tracing, lanjut Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Mojokerto, bisa memutus mata rantai penyebaran sejak dini khususnya di Kota Mojokerto.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto untuk bersama-sama mendukung dan bersinergi kepada pemerintah daerah dalam memutus mata rantai penyebaran melalui metode tracing. Selain itu, jika ada petugas medis yang datang ke rumah dengan menggunakan standart perlengkapan Covid-19, dimohon untuk bekerjasama dalam pemeriksaan kesehatan.

“Kami mohon kerjasamanya kepada masyarakat untuk mendukung metode tracing ini. Karena, masih banyak masyarakat yang berasumsi negatif terhadap petugas medis yang datang, lengkap menggunakan standart APD. Masih ada warga yang menolak swab, padahal jika tidak kooperatif dengan petugas, maka akan banyak yang terpapar virus tersebut,” ujarnya.

Selain merugikan diri sendiri, lanjut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini, juga merugikan orang lain. Pihaknya berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Sementara itu, pembaharuan data terbaru kasus Covid-19 di Kota Mojokerto perhari ini, untuk Orang Dalam Resiko (ODR) bertambah menjadi 4.042 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 545 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 11 orang. Untuk jumlah PDP yang meninggal hingga saat ini berjumlah empat orang. Sedangkan kasus pasien terkonfirmasi, bertambah menjadi 36 orang, empat orang di antaranya dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar