Pendidikan & Kesehatan

Puskesmas di Kabupaten Malang Harus Optimalkan BLUD

Malang (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang berharap, agar seluruh Puskesmas dapat mengelola anggaran secara mandiri dan akuntabel. Untuk mewujudkannya, Dinas Kesehatan ingin memaksimalkan peran Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD.

“Itu sudah bukan wacana lagi. BLUD sudah kita proklamirkan, tapi baru bisa diimplementasikan Januari 2020 kemarin. Padahal 10 Puskesmas itu sudah siap mulai 2015,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, Kamis (27/2/2020).

Arbani menyampaikan, guna mengoptimalkan BLUD tidak ada kiat khusus. Secara bertahap, masing-masing Puskesmas dapat mengimplementasikan BLUD secara bertahap.

“Diharapkan bisa fleksibel dalam mengelola pendapatannya sendiri. Sebenarnya untuk menjadikan itu tidak perlu kriteria khusus. Ini adalah suatu kebutuhan, mereka bisa mempertanggung jawabkan pengelolaan keuangan secara mandiri. Kalau tidak punya BLUD bisa menjadi masalah. Nanti kalau administrasi kan bisa sambil berjalan,” tuturnya.

Mantan Direktur RSUD Lawang ini juga menyampaikan, ada sejumlah keuntungan yang bisa didapat Puskesmas jika sudah paham betul soal BLUD.

“Tenaga Puskesmas akan kita latih agar mereka bisa lebih cerdas dalam mengelola dana yang didapat dari masyarakat. Mereka bisa mengelola secara langsung untuk operasional dan belanja medis. Makanya kami akan tingkatkan kompetensi Puskesmas agar mereka bisa mengelola dengan tanggung jawab dan akuntabel,” pungkas Arbani. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar