Pendidikan & Kesehatan

Punya Alat Swab, Pondok Gontor Ingin Hasilnya Cepat Diketahui

Rombongan Forpimda Provinsi Jawa Timur saat berkunjung ke Pondok Gontor Kampus 2.(Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pihak Pondok Gontor mengucapkan terimakasih atas bantuan 1500 alat rapid test dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Alat rapid itu saat ini memang sangat diperlukan pihak Pondok Gontor untuk melakukan rapid test terhadap santrinya yang berada di Pondok Gontor Kampus 2 Desa Madusari Kecamatan Siman Ponorogo.

“Kita ucapkan terimakasih sekali atas bantuan Bu Gubernur, alat rapid ini memang yang saat ini kita perlukan,” kata Rektor Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), Prof Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi, usai menemui Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Pondok Gontor Kampus 2, Jumat (10/7/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Prof Amal minta izin ke Bu Gubernur untuk mempergunakan alat swab yang dihadiahkan dari alumni ke Pondok Gontor. Alat swab saat ini dititipkan di RSU Aisyiyah Ponorogo. Dengan mempunyai alat sendiri, diharapkan bisa melakukan swab kepada santri lebih banyak. Sehingga hasilnya pun bisa di ketahui juga lebih cepat. “Jadi kita harapkan alat itu bisa bekerja secara efektif dan efisien,” katanya.

Sementara itu wakil pengasuh Pondok Gontor Kampus 2 Ustadz H. Muhammad Hudaya mengungkapkan pihaknya sudah melaksanakan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 sejak 3 bulan lalu. Dia menyebut, di Gontor itu sudah terbiasa lockdown. Artinya memang santri-santri ini tidak boleh keluar, harus di dalam komplek pondok. Jika mau keluar harus izin, itupun juga berlaku terhadap guru-gurunya. Yang biasanya keluar hanya untuk perkuliahan. “Sejak ada kasus positif di Kampus Gontor 2, kami melaksanakan protkol kesehatan lebih ketat lagi,” katanya.

Ketika datang ke Gontor, santri harus membawa masker dan mempunyai stok masker untuk sebulan kedepan. Ketika masuk pun harus dicek suhu tubuhnya dan masuk bilik disinfektan. Di depan ruangan juga disediakan gentong-gentong air untuk cuci tangan. “Kondisi anak- anak sehat, happy, ceria dan semangat, seperti tidak apa-apa. Mereka juga bisa komunikasi dengan orangtua karena dipegangi handphone,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar