Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Puluhan Sapi Kena PMK, Tidak Dapat Penanganan Dinas, Dijual, Warga Ngawi Rugi Rp 400 Juta

Yasin, warga RT 01 RW 03, Dusun Sapen, Desa Majasem, Kendal, Ngawi saat merawat sapi di kandangnya, Senin ( 20/6/2022)

Ngawi (beritajatim.com) – Yasin warga warga RT 01 RW 03, Dusun Sapen, Desa Majasem, Kendal, Ngawi, Jawa Timur merugi Rp400 juta. Dia terpaksa menjual sapinya dengan sepertiga dari harga normal karena terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Dia mengaku memilih menjual sapinya karena tak dapat penanganan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi meski sudah melaporkan kasus tersebut sekitar dua minggu lalu.

Baru hari ini (20/6/2022) empat orang pegawai Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi mengecek kandang miliknya usai dia mengirim pesan WhatsApp ke Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Wakil Ketua DPRD Ngawi Khoirul Anam Mu’min terkait kondisi sapinya.

Sebelumnya, Yasin memiliki 39 ekor sapi, sekitar dua minggu lalu, hampir semua sapinya terjangkit PMK. Sepuluh hari lalu, dua ekor sapi miliknya mati mendadak. Daripada makin merugi dia menjual sapinya yang sakit hingga di kandang tinggal 19 ekor saja.

“Salah satu sapi sempat ditawar Rp51 juta, tapi karena sakit akhirnya saya terpaksa jual dan hanya laku Rp21 juta. Lainnya juga seperti itu mayoritas hanya bisa dijual sepertiga dari harga normal. Kondisi seperti ini sudah laporkan ke Dinas Peternakan tapi tidak ada respon, baru hari ini tadi ke sini, ngasih asam citrun, katanya buat disemprotkan ke mulut sapi,” kata Yasin pada beritajatim.com, Senin (20/6/2022).

Dia sempat bertanya pada petugas dinas terkait adanya penyuluhan di wilayah Kecamatan Kendal, katanya masih belum ada. Selain itu, untuk bantuan bagi peternak yang sapinya sakit juga tidak ada. Sejauh ini hanya sekali dia mendapatkan kunjungan dan dapat bantuan pengobatan berupa beberapa bungkus asam citrun.

“Selama ini, sebelum mendapatkan penanganan dari dinas, saya hanya merawatnya secara mandiri. Namun, akhirnya kewalahan, hingga sebagian akhirnya saya jual. Kakinya saya bersihkan dan saya beri empon-empon agar tidak lemas,” kata Yasin.

Dia bahkan sempat memotong-motong bagian tubuh sapinya yang mati karena tidak ada tenaga untuk menguburnya. Sapi seberat masing-masing 800 kg dan 700 kg itu dia potong-potong hingga beberapa bagian agar bisa dikuburkan satu per satu.

“Kami mengharap respon dari dinas terkait yang serius. Ini penyakit serius dampaknya terhadap peternak. Saya sendiri saja sudah rugi banyak. Bagaimana dengan peternak lainnya di Ngawi ini, saya yakin banyak juga yang merugi,” kata Yasin. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar