Pendidikan & Kesehatan

Puluhan Pelajar Sidoarjo Ikuti Audisi Duta Toleransi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sekitar 20 siswa SMP dan SMA di Kabupaten Sidoarjo mengikuti Audisi Duta Toleransi, di Aula Kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Kamis (25/3/2021).

Pemilihan Duta Toleransi ini bagian Program ‘Cinta Budaya Cinta Tanah Air’ yang digelar komunitas seni budaya BrangWetan. Program “Cinta Budaya Cinta Tanah Air” berlangsung selama setahun, Juli 2020-Juni 2021.

Dalam audisi tersebut, para finalis diminta memaparkan konsep kampanye toleransi saat mereka menjadi Duta Toleransi. Audisi para finalis Duta Toleransi ini digelar dalam dua sesi. Pertama, diikuti 10 finalis tingkat SMP. Kedua, diikuti 10 finalis tingkat SMA.

“Para peserta yang lolos audisi, menjadi Duta Toleransi Kabupaten Sidoarjo,” kata Manager Program Cinta Budaya Cinta Tanah Air, BrangWetan, M Masrullah.

Masrullah menjelaskan, masing-masing tingkat, dipilih empat Duta Toleransi. Mereka akan menerima Piala Bupati Sidoarjo, Piala Ketua DPRD Sidoarjo, Piala Kepala Dikbud dan Piala Kepala Disporapar. “Piala diserahkan bersamaan dengan pengumuman nama-nama Duta Toleransi yang digelar menyusul,” urainya.

Dijelaskan Masrullah, para Duta Toleransi yang terpilih ini, nantinya menjadi juru bicara di tingkat kabupaten untuk mengkampanyekan pentingnya toleransi di tengah masyarakat. Hal itu menyusul menurunnya budaya dan perilaku toleran, termasuk di kalangan milenial saat ini.

Pemilihan Duta Toleransi, kata Masrullah, merupakan rangkaian program “Cinta Budaya Cinta Tanah Air”. Kegiatan sebelumnya, diantaranya Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti para kepala sekolah hingga mendampingi para guru agar memasukkan nilai-nilai toleransi dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Dalam audisi ini, para finalis mendapatkan ujian dari para dewan juri. “Mereka (finalis Duta Toleransi) ditanya soal pemahaman tentang media sosial (medsos), budaya, karya mereka mengkampanyekan toleransi hingga apa rencana kerja saat nanti terpilih menjadi Duta Toleransi,” tambahnya.

Masrullah menjelaskan, esensi dari program Pemilihan Duta Toleransi ini, mereka diharapkan benar-benar menjadi sosok yang mewakili karakter orang-orang yang toleran serta menghargai perbedaan. “Itulah yang kami cari hari ini dalam Pemilihan Duta Toleransi ini,” imbuh Masrullah.

Sementara itu, sejumlah finalis mengungkapkan alasannya mengikuti ajang Pemilihan Duta Toleransi. Eka Rahmad Saputra, asal SMPN 1 Gedangan mengatakan, dirinya ingin ikut memotivasi masyarakat agar menghargai keragaman budaya, suku, ras dan agama di Indonesia. “Saya juga bisa belajar memahami makna toleransi,” kata Eka.

Sedangkan Eviani Amara Nadya Putri, finalis Duta Toleransi asal SMPN 1 Gedangan mengatakan, selain ingin mendapatkan pengalaman baru, dia ingin nantinya bisa ikut menumbuhkan budaya toleransi di kalangan pelajar dan kaum milenial. “Karena banyak generasi muda yang sudah lupa apa itu toleransi,” beber Evi. [isa/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar