Pendidikan & Kesehatan

Puluhan Guru SMP di Mojokerto Ramaikan Festival Macapat

Peserta Festival Macapat di Pendopo Agung Trowulan. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 40 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan swasta se-Kabupaten Mojokerto ramaikan Festival Macapat di Pendopo Agung, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Acara tersebut digelar Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto.

Kepala Bidang Kebudayaan, Disparpora Kabupaten Mojokerto, Vetty Suryaningdasawati mengatakan, tujuan digelarnya Festival Macapat tersebut untuk uri-uri budaya tembang Macapat. “Melalui acara ini bisa mengangkat uri-uri budaya seni Macapat tingkat SD, SMP, SMA,” ungkapnya, Sabtu (7/9/2019).

Masih kata Vetty, tahun sebelumnya pesertanya dari siswa. Namun untuk tahun 2019 ini, pesertanya berasal dari para guru dengan harapan bisa melatih anak didiknya agar lebih menjiwai tembang Macapat. Harapannya agar tembang Macapat tetap dilestarikan oleh generasi Milenial.

“Sehingga Dispora kabupaten Mojokerto telah melakukan beberapa usaha. Kami promosikan kesenian Macapat dengan mengadakan pelatihan dan workshop tembang Macapat di dunia pendidikan, Supaya bisa dikenal secara nasional,” katanya.

Karena, lanjut Vetty, tembang Macapat merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang harus ditonjolkan. Selain itu, tembang Macapat juga merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Mojokerto sehingga digelar Festival Macapat.

Salah satu peserta Festival Macapat, Syafii mengaku, cukup antusias dengan adanya festival tersebut. “Selama ini, di sekolah belum ada pendidikan tembang Macapat. Sehingga, kami selaku guru SMP sangat antusias mengikuti acara ini,” ujarnya.

Guru asal SMPN 1 Gondang tersebut menilai, dengan digelarnya Festival Macapat pemerintah telah peduli dengan budaya bangsa. Iapun berharap, generasi milenial bisa mengambil pesan yang disampaikan dalam lirik tembang Macapat.

“Persiapan hanya beberapa hari. Meskipun kami belum lancar, kami begitu menghayati pesan yang disampaikan dalam tembang Macapat. Begitu juga para siswa, bisa mengamalkan pitutur luhur tembang Macapat,” tegasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar