Pendidikan & Kesehatan

Pulang dari Surabaya, Hasil Rapid Test Warga Jambon Reaktif

foto/ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Larangan mudik atau pulang kampung nampaknya masih tidak diindahkan oleh sebagian warga. Padahal, larangan itu bertujuan untuk mengurangi ruang gerak penyebaran Covid-19. Sebab, warga yang mudik itu bisa dimungkinkan terindikasi virus asal Wuhan China tersebut.

Pemudik yang diduga terpapar Covid-19 ini terjadi juga di bumi reyog. “Memang ada suami istri asal Kecamatan Jambon Ponorogo bekerja di Surabaya, sampai di sini sang istri menjalani rapid test, hasilnya reaktif,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Sabtu (9/5/2020).

Ceritanya, berawal saat suami istri itu dijemput menggunakan mobil oleh 4 orang yakni 2 anaknya, sopir dan kepokan. Di perjalanan sang ibu mengeluhkan panas, sesak nafas dan demam. Karena sepanjang perjalanan mengeluhkan seperti itu, akhirnya sampai Ponorogo langsung dibawa ke RSU Aisyiyah.

“Jadi belum sampai pulang ke rumah. Ibu itu langsung dibawa ke rumah sakit. Dan saat di-rapid test hasilnya reaktif,” katanya.

Melihat hasil tersebut, tim satgas akhirnya juga melakukan rapid test terhadap 5 orang yang saat itu dalam penjemputan. Mereka adalah suami, kedua anak, sopir mobil dan keponakan. Hasilnya rapid testnya semuanya negatif.

Meski begitu, tim satgas melakukan isolasi di balai desa terhadap kelimanya. “Mengapa kok di balai desa isolasinya, ya semuanya biar untuk pelajaran, patuh dan disiplin terhadap larangan,” katanya.

Kontak erat sang istri selama di Ponorogo tidak ada, perempuan itu hanya berinteraksi dengan keluarganya dan sang sopir. Sang istri itu juga dilakukan test Swab dan sampai saat ini hasilnya belum diketahui. “Menurut informasi pasangan suami istri itu bekerja di pasar Surabaya. Namun pasarnya yang mana saya juga belum tahu,” pungkaanya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar