Pendidikan & Kesehatan

PTM Terbatas Digelar di Pamekasan pada Juli 2021

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Akhmad Zaini.

Pamekasan (beritajatim.com) – Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahun Pelajaran 2021/2022 di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, dijadwalkan digelar bulan depan dengan menerapkan PTM Terbatas.

Hal tersebut tidak lepas akibat adanya pandemi Coronavirus Disiase 2019 yang hingga saat ini belum berakhir, sekalipun status kabupaten Pamekasan saat ini sudah tercatat sebagai zona kuning peta penyebaran Covid-19.

“Saat ini status Pamekasan sudah tercatat sebagai zona kuning peta sebaran Covid-19, bahkan sebagian kecamatan sudah ada (zona) hijau. Sehingga proses PTM akan kita gelar dengan skala terbatas,” kata Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini, Rabu (2/6/2021).

Selain itu pihaknya menegaskan kebijakan tersebut mengacu pada regulasi yang berlaku, seperti Aturan SKB 4 Menteri, salah satunya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Memang kita diberi kebebasan untuk menetapkan PTM dengan beberapa ketentuan yang ada,” ungkapnya.

“Kalau zona kuning bisa melaksanakan PTM terbatas, minimal 50 persen dengan syarat tetap dengan persetujuan Komite Sekolah, termasuk izin dari orang tua murid. Sementara untuk zona hijau baru bisa melaksanakan PTM 100 persen,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya menilai masa pandemi Covid-19 juga mengakibatkan target kurikulum berkurang, hal itu karena adanya pembatasan jam pelajaran maupun jumlah siswa. “Selama ini jam pelajaran di setiap sekolah dibatasi 50 persen, termasuk juga untuk siswa,” jelasnya.

“Dari itu, pembelajaran di tengah pandemi ini sangat dibutuhkan dukungan dari orang tua siswa, sebab guru hanya melaksanakan tugas 50 persen. Selebihnya saat dirumah, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan eduksi kepada anak-anaknya,” jabar Zaini.

Dengan kondisi tersebut pihaknya juga berharap para wali siswa juga ikut andil dan berpartisipasi dalam mendidik siswa, khususnya selama adanya edaran belajar dari rumah. “Jadi peran guru saat ini sangat terbatas, partipasi dari wali murid tentunya juga menjadi solusi dalam efektivitas belajar di tengah pandemi ini,” pungkasnya. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar