Pendidikan & Kesehatan

PTM Dilaksanakan Jika Ponorogo Sudah Zona Orange

Rapid test acak yang dilakukan oleh tim satgas kepada siswa di salah satu sekolah yang menyelenggarakan PTM beberapa waktu yang lalu. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada semester genap tahun akademik 2020/2021 menjadi kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda). Kebijakan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sehingga tidak seperti awal pandemi tahun lalu. Dimana PTM diselenggarakan sesuai zona Covid-19 yang disandang daerah tersebut.

Awal minggu ini, Kabupaten Ponorogo terjerembab ke zona merah lagi. Itu lantaran banyaknya kasus konfirmasi baru dan meningkatnya angka kematian pasien Covid-19. Keadaan tersebut, membuat Pemkab Ponorogo urung melaksanakan PTM disemua jenjang pendidikan di bumi reyog. “Karena Ponorogo zona merah, kami putuskan untuk tidak menerapkan PTM dulu,” kata Sekda Ponorogo Agus Pramono, Jumat (22/1/2021).

Sehingga untuk semester genap ini, pembelajaran tetap jarak jauh atau daring. Agus menyebut jika PTM akan kembali diberlakukan sampai ada perubahan zona di bumi reyog. “Nanti kalau sudah berubah ke zona orange akan dipertimbangkan untuk dilakukan PTM lagi,” kata mantan pegawai Pemkab Madiun itu.

Artinya, seumpama kalau sudah zona orange seminggu berjalan akan dilakukan evaluasi. Evaluasi tentang aman tidaknya mulai dilakukan PTM. “PTM nantinya akan dilakukan bertahap. Dengan prosentase masuk terkecil dan semakin bertambah. Jadi prinsipnya menunggu zona berubah orange selama seminggu dulu,” katanya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memberi lampu hijau kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ya, meski belum mendapatkan izin tertulis dari Pemprov Jatim, namun Pemkab Ponorogo diberi kewenangan untuk membuat satu kebijakan untuk menekan laku penularan Covid-19 di bumi reyog. Salah satunya dengan menerapkan PPKM, seperti beberapa kabupaten/kota sekitar.

“Tingkat penyebaran Covid-19 di Ponorogo semakin banyak, kami diberi kewenangan untuk menekan angka penularan, salah satunya dengan pemberlakuan PPKM,” kata Sekda Ponorogo Agus Pramono.

Rencananya PPKM efektif diberlakukan di Ponorogo pada hari Sabtu (23/1) nanti. Untuk itu, Agus memerintahkan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfo) Ponorogo untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas.

Kegiatan masyarakat, nantinya akan berakhir pada jam 8 malam. Kalau di kabupaten/kota sekitar pembatasannya pada jam 7 malam, untuk Ponorogo dengan pertimbangan dari Forkopimda dibuat berakhir jam 8 malam. “Kalau ada yang melanggar, Satpol PP bersama dinas-dinas terkait akan ikut mengingatkan. Seperti Perdagkum mengingatkan pertokoan, Disbudparpora mengingatkan pariwisata, cafe dan tempat hiburan malam (THM),” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar