Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

PTM Digelar, Bupati Bangkalan Berharap Tak Ada Klaster Baru

Murid SD di Bangkalan yang mengikuti pembelajaran tatap muka

Bangkalan (beritajatim.com) – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Bangkalan, mulai digelar hari ini. Sistem belajar offline ini dilakukan mulai tingkat TK/PAUD hingga SMP.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menjelaskan, PTM dilakukan secara terbatas yakni hanya 50 persen dari jumlah total kuota ruang. Meski begitu, protokol kesehatan diterapkan secara ketat. “Jangan sampai menjadi klaster baru, maka semua pihak harus menerapkan prokes ketat agar tak ada angka kasus dari sekolah,” jelasnya, Senin (6/9/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bambang Budi Mustika mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan analisa sebelum PTM digelar. Hasilnya, 95 persen orang tua murid menyetujui pelaksanaan PTM.

“Hanya sedikit yang kurang setuju. Paling hanya 5 persen. Contohnya di kemayoran, hanya ada 2 wali murid yang tidak setuju,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, agar pembelajaran dapat merata maka pihaknya menerapkan belajar online atau daring dua hari. Yakni setiap Jumat dan Sabtu. Selain itu, penerapan PTM di TK/Paud hanya dibolehkan 33 persen atau 5 siswa di tiap kelas. Sementara waktu belajar juga dibatasi yakni 4 jam untuk tingkat TK/Paud hingga SD kelas 1,2,3. Kemudian 6 jam di tingkat SD kelas 4,5,6 hingga SMP.

“Untuk kelas 4,5,6 hingga SMP ada waktu istirahat, namun hanya 15 dan tidak boleh keluar kelas agar tidak berkerumun di luar. Kami menggunakan kurikulum darurat sebab masih dalam masa pandemi Covid-19,” tandasnya. [sar/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar