Pendidikan & Kesehatan

PTM dan Hajatan Diperbolehkan di Ponorogo, Ini Syaratnya

Bupati Sugiri Sancoko (foto/dok.beritajatim.com).

Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus pasien positif aktif di bumi reyog masih mencapai ratusan jumlahnya. Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo ada tambahan 10 pasien positif baru. Sehingga jumlah kasus aktif saat ini mencapai 132 pasien.

Untuk pengendalian dan penyebaran Corona Virus Disease 2019, Pemkab Ponorogo merasa perlu menetapkan perpanjangan ketiga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro. Hal tersebut berdasarkan surat edaran (SE) Bupati Nomor 713/864/ 405.01.3/2021. Selain perpanjangan PPKM mikro, dalam SE tertanggal 22 Maret 2021 tersebut juga mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa maupun kelurahan.

“Perpanjangan ketiga penerapan PPKM Mikro ini terhitung efektif mulai tanggal 23 Maret 2021 sampai dengan tanggal 5 April 2021,” kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Senin (22/3/2021).

Dalam SE perpanjangan PPKM Mikro ini, boleh melaksanakan kegiatan belajar mengajar bagi semua tingkatkan satuan pendidikan. Dengan pengaturan jumlah siswa masuk, dibatasi hanya 30 persen dari jumlah siswa keseluruhan. Selain itu, tentu dengan beberapa ketentuan lainnya, yakni melengkapi sarana dan prasarana protokol Kesehatan. Menyusun standar operasional prosedur (SOP) pembelajaran tatap muka (PTM). Serta mendapatkan izin dari satgas penanggulangan Covid-19 tingkat kecamatan.

“Siswa masuk sekolah diperbolehkan, namun dibatasi hanya 30 persen dari kapasitas siswa keseluruhan,” katanya.

Selain memperbolehkan kegiatan PTM di sekolah, SE Bupati tersebut juga mengizinkan kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan (event). Antara lain hajatan, seremonial resepsi pernikahan, kegiatan sosial dan seni budaya serta kegiatan olahraga. Namun, dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas tempat. Selain itu yang terpenting melaksanakan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan-kegiatan itu sudah boleh dilaksanakan setelah SE tersebut diedarkan, yakni mulai tanggal 23 Maret 2021.

“Untuk kegiatan hajatan boleh, tetapi dengan kapasitas hanya 50 persen. Terop boleh dipasang, kursi-kursi direnggangkan, hiburan elektone ya boleh tapi harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar