Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

PSPB Umsida Sidoarjo Sambut Modul Nusantara dengan Jula-juli

Sidoarjo (beritajatim.com) – Rabu malam itu, 24 November 2021, tiba-tiba terdengar alunan gamelan di lantai-7 Aula Mas Mansoer Kampus-1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Ternyata itu bukan suara hantu yang berusaha menakut-nakuti umat manusia, tetapi itu adalah acara latihan Kidungan Jula-juli yang dilakukan oleh Taqwim, Rifan, Joko, dan Fatchul Huda tim dosen dan mahasiswa Pusat Studi Pendidikan dan Budaya Umsida.

Sejak petang mereka berempat bergotong royong bersama Murlan SSn memindahkan gamelan slendro dari SMPN 5 Sidoarjo di bawa ke lantai-7 tersebut. Tiba di lantai-7, mereka langsung berlatih membunyikan nada-nada khas Jawatimuran.

Latihan ini adalah persiapan penyambutan bagi Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM-DN) yang akan mengikuti Kelas lnspirasi Modul Nusantara di Umsida. Para mahasiswa yang berasal dari pelbagai tempat di Indonesia, dari kampus-kampus di luar Pulau Jawa berjumlah 50 orang akan tukar tempat belajar menuju Umsida, salah satu pengetahuan yang digeluti adalah mempelajari budaya Jawatimuran.

Esok harinya, 25 November 2021, itulah hari penyambutan dan kelas inspirasi budaya dilaksanakan. Hari Kamis itu kelas lnspirasi budaya dimeriahkan dengan tokoh Barisan Ludruk Anak Muda Sidoarjo: Roberts Bayonet dan Siswa-siswi Laras Sekar Arum SMP Negeri 5 Sidoarjo dengan Pembina Murlan SSn.

Cak Roberts menembangkan Kidungan Jula-juli untuk bertema kebhinekaan yang ditujukan kepada mahasiswa-mahasiswi perwakilan dari Sabang – Meraoke, sementara itu siswa-siswi mengiringi dan melantunkan tembang-tembang Jawatimuran.

Acara ditutup dengan diskusi dan refleksi tentang pentingnya mengembangkan seni tradisi bagi generasi muda di seluruh lndonesia. Aghata Melinda mahasiswi dari Universitas Nusa Cendana Kupang NTT terkesan.

“Kidungan dalam Ludruk yang baru pertama saya saksikan sangat menarik dan sangat menambah wawasan saya tentang kesenian yang ada di Jawa. Meskipun saya tidak paham akan bahasanya, tetapi paduan musiknya memperkuat kecintaan saya terhadap budaya lndonesia,” ujar Aghata. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati