Pendidikan & Kesehatan

PSCR Unair Bantah Ada Kecurangan Sistem Pemilihan Rektor

Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu peserta pemilihan Rektor Universitas Airlangga (Unair) yang dinyatakan gagal dari uji administrasi mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi untuk Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR).

Peserta Pilrek tersebut adalah Prof Rachmah Ida dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Prof Rachmah Ida mengklaim terjadi kecurangan akibat batasan waktu. Ia menyatakan melalui kuasa hukumnya Mohammad Sholeh, SH, bahwa berkas dalam berita acara diberi cacatan keterlambatan 17 menit itu tidak benar.

Terkait hal tersebut Dr. Suryanto, M.Si., Psikolog., selaku Ketua PSCR Unair 2020 mengatakan pihaknya telah menjalankan tugas sesuai dengan buku panduan yang ada.

“Yang jelas kami (panitia) membuat keputusan berdasarkan buku panduan yang sudah disusun oleh senat. Semuanya sudah ada disana (buku panduan, red). Mulai dari sosialisasi, pendaftaran, hingga pengujian semua sudah dijelaskan,” ucap Suryanto, Rabu (26/2/2020).

Ketika ditanya lebih lanjut terkait dugaan kecurangan yang ditujukan kepada pihak panitia Suryanto menyatakan dengan tegas jika hal tersebut tidak benar adanya.

“Tidak ada kecurangan. Enggak benar itu. Ngapain dicurangi, kan ini semua untuk kebaikan Unair juga,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga tidak terlalu mempermasalahkan gugatan yang ditujukan kepada dirinya dan tim panitia yang lain.

“Yang penting kami (panitia) menjalankan prinsip sesuai buku panduan. Terkait masalah gugatan, ya sdah diikuti aja prosesnya bagaimana,” tutup Suryanto. (ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar