Pendidikan & Kesehatan

PSBB Malang Raya, Ada Opsi Seluruh Rumah Ibadah Ditutup

Wali Kota Malang Sutiaji berkoordinasi dengan Sekda Pemprov Jatim.

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang tengah menyempurnakan draf peraturan wali kota terkait PSBB di wilayahnya. Mereka mendengarkan masukan dari berbagai tokoh, mulai dari pengusaha hingga tokoh agama. Masukan dari mereka akan dituangkan dalam Perwali Pemkot Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, hasil pertemuan dengan tokoh agama ada salah satu rekomendasi yang bakal diterapkan. Yakni, menutup tempat ibadah yang memiliki jemaah besar. Penutupan ini dilakukan selama PSBB diterapkan di Malang Raya. Warga disarankan beribadah dari rumah.

“Hasil pertemuan dengan para tokoh agama hari ini. Ada opsi bahwa tempat ibadah berhenti total (beroperasi). Dalam arti tidak beribadah di tempat ibadah seperti di masjid dalam skala besar. Ditutupnya pun selama 14 hari, menyesuaikan PSBB,” kata Sutiaji, Selasa, (12/5/2020).

Sutiaji menyebut, Salat Idul Fitri atau Salat Ied berpotensi ditiadakan sebab, bila PSBB diterapkan pada pekan ini otomatis berlangsung hingga Salat Idul Fitri. Masukan dari para tokoh ini akan digunakan untuk menyempurnakan draf Perwali terkait PSBB.

“Jika salat Jumat (ibadah wajib) saja tidak. Apakah shalat Ied iya. Ini yang wajib saja tidak (diijinkan) apalagi yang sunnah. Masukan dari tokoh agama, pengusaha akan dituangkan dalam perwali. Draft sudah sempurna tinggal menampung masukan-masukan tadi,” tandasnya. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar