Pendidikan & Kesehatan

PSBB Kabupaten dan Kota Batu Mundur, Pemkot Malang Jalan Terus

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang(beritajatim.com) – Sinergitas Malang Raya awalnya diharapkan mampu jalan bersama-sama dalam penerapan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diharapkan mampu mencegah penyebaran virus corona Covid-19. Apalagi Malang Raya, (Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang) merupakan zona merah penyebaran virus corona di Jawa Timur. Kabupaten Malang dan Kota Batu mengurungkan niatnya. Namun, Kota Malang tetap pada tujuan awal menerapkan PSBB.

“Kenapa ini kami lakukan, supaya memulai dan mengakhirinya jelas. Idealnya tiga daerah di Malang Raya ini bisa bersepakat. Tapi rupanya di daerah lain punya pertimbangan lain,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, secara lisan memang dirinya sempat mengutarakan niatnya ke Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Untuk persoalan administrasi memang menyusul. Kini berkas-berkas PSBB sedang disusun. Secepat mungkin bakal dikirim ke Pemprov Jatim.

“Kami sudah melakukan kesiapan sedini mungkin. Sekarang proses finalisasi untuk pemberkasan. Setelah kami kirim ke Gubernur kemudian Pemerintah Provinsi Jatim akan mengajukan ke Pemerintah Pusat,” ucap Sutiaji.

Sutiaji mengungkapkan, dalam draft PSBB yang dikirim juga terdapat instrumen pendukung berupa kesiapan wilayahnya untuk menerapkan aturan itu. Dia memastikan logistik untuk Kota Malang aman bila PSBB diterapkan. Dia sudah berkeliling ke bulog dan distributor barang-barang pokok.

“Persiapan secara keamanan oke, tapi jangan sampai ketersediaan barang ada, tapi keterjangkauannya tidak. Jaring sosialnya juga sudah kami lakukan. Berkaitan dengan logistik, saya sudah keliling ke Bulog dan distributor,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar