Pendidikan & Kesehatan

PSBB Jilid II, Positif Covid-19 Gresik Capai 122 Orang

foto/ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)– Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II di Gresik masih berlangsung, namun berdasarkan update data Satgas Penanganan Covid-19, jumlah warga yang psotof Covid-19 justru bertambah menjadi 122 orang. Padahal sebelumnya sebanyak 94 orang.

Tambahan 29 orang itu didominasi orang tanpa gejala (OTG) yang berasal dari klaster Sampoerna, pelayaran, dan Paben. Rinciannya, Kecamatan Manyar 2 desa (Desa Sukomulyo 1 orang dan Desa pongangan 1 orang), kemudian Kecamatan Benjeng 3 desa (Desa Deliksumber 1 orang, Desa Kedungrukem 2 orang).

Selanjutnya, Kecamatan Menganti 4 desa (Desa Kepatihan 1, Drancang 1, Pelem Watu 1, Menganti masing-masing 1 orang). Kecamatab Balongpanggang 2 (Desa Karangsemanding 2 orang), Kecamatan Kebomas 4 desa (Desa Singosari 2 orang, Kembangan 1 orang, Sidomukti 1 orang), serta Kecamatan Gresik 2 (Desa Sidorukun 1 orang, Tlogopojok 1 orang).

Sementara di Kecamatan Driyorejo 4 (Desa Bambe 2 orang, arangandong 1, Driyorejo 1 orang), lalu Kecamatan Bungah 3 desa (Desa sukorejo 1 orang, Masangan 1 orang, nongkokerep 1 orang). Selanjutnya Kecamatan Kedamean 2 (Desa Glinda 1 orang, Banyuurib 1 orang) serta Kecamatan Cerme 2 desa (Desa Cerme lor 2 orang).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, dari semua tambahan itu ada orang yang terpapar positif asal Desa Hulaan Kecamatan Menganti dilaporkan positif meninggal. “Kemarin sudah laporkan sebagai PDP tapi meninggal di RS Surabaya, menunggu hasil swab dan keluar positif,” katanya, Jumat (22/5/2020).

Kendati ada tambahan, lanjut Ghozali, pasien yang terpapar positif berkurang satu. Pasien asal Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo datanya masuk Surabaya. “Setelah kami lakukan tracing alamat yang bersangkutan berdomisili di Surabaya,” ujarnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar