Pendidikan & Kesehatan

PSBB Berjalan 9 Hari, Pasien Positif Covid-19 di Gresik Tambah Naik

Gresik (beritajatim.com) – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 8 Kecamatan Gresik sudah berjalan sembilan hari. Namun, kenyataan di lapangan pasien yang terpapar positif Covid-19 bukan malah berkurang tapi terus bertambah.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 6 Mei 2020. Pasien positif semula 30 orang kini bertambah 6 orang. Sehingga, ada 36 orang yang positif Covid-19.

Tambahan itu, berasal dari Desa Betoyo Guci, Desa Suci di Kecamatan Manyar, Desa Randegansari, Kecamatab Driyorejo, Kelurahan Kroman, Gresik dan Desa Karangcangkring, Kecamatan Dukun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, keenamnya merupakan klaster dari Surabaya 3 orang, satu dari orang tanpa gejala (OTG), dan tiga dari klaster pelayaran.

“Satu dirawat di Gresik dan lima di Surabaya,” katanya, Rabu (6/05/2020).

Menurut data, kasus konfirmasi positif di Gresik kebanyakan berasal dari klaster Surabaya. Tercatat, dari 36 kasus, 21 diantaranya berasal dari Surabaya. Kemudian 4 klaster haji, 4 dari Jakarta, 1 dari sampoerna, dan 2 dari Gresik. 1 OTG dan 3 pelayaran.

Dominasi klaster Surabaya itu karena memang Gresik berbatasan langsung dengan Kota Pahlawan itu. Terutama di Menganti, Driyorejo dan Kebomas.

Tapi anehnya, di perbatasan-perbatasn tersebut pemeriksaan di titik check point kurang ketat. Di jam-jam tertentu kendaraan yang lewat tidak diperiksa. Padahal di lokasi ada petugasnya.

Di cek poin Nippon Paint misalnya. Sejumlah petugas nampak berjaga di tenda yang sudah disediakan. Tapi pengendara yang lewat tidak dihentikan seperti biasanya untuk diperiksa. Baik suhu tubuh maupun kelengkapan protokol kesehatan.

Hal yang sama terjadi di Kecamatan Menganti, Gresik, tidak terlihat petugas yang jaga. Kendaraan yang lewat pun bebas keluar masuk Gresik. Padahal, orang tanpa gejala (OTG) sangat rawan.

Terkait dengan itu, Saifuddin Ghozali menuturkan, pihaknya telah menentukan tiga kecamatan yang menjadi atensi untuk klaster Surabaya. Yakni Kecamatan Menganti, Benjeng, dan Balongpanggang.

“Terutama sektor industri ya. Tiga kecamatan ini akan kami kumpulkan,” tuturnya. dny

Apa Reaksi Anda?

Komentar