Pendidikan & Kesehatan

Protokol Covid, 50 Ribu Santri Jember akan Jalani Rapid Test

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono (kiri/dok humas)

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menerbitkan protokol kesehatan transisi santri aman untuk pencegahan penularan Covid-19. Salah satunya adalah rapid tes puluhan ribu santri.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono mengatakan, protokol tersebut sudah dibahas oleh tim inti Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten. Ada beberapa hal yang diatur dalam protokol itu.

Pertama, kewajiban pondok pesantren. “Pengasuh ponpes atau organisasi ikatan alumni ponpes melaporkan tanggal keberangkatan atau kedatangan santri serta jumlah santri yang akan kembali ke pondok,” kata Gatot, dalam rapat dengar pendapat di gedung DPRD Jember, Rabu (3/6/2020).

Kedua, akan dilakukan rapid test gratis untuk 50 ribu santri secara kolektif dan bukan perseorangan. “Rapid test akan dilakukan bagi santri Jember yang akan kembali ke ponpes di Jember dan luar Jember, maupun santri dari luar Jember yang akan masuk ke ponpes Jember,” kata Gatot.

“Bagi yang hasilnya non reaktif, diberikan surat keterangan dari Gugus Covid dan diizinkan berangkat. Bagi santri dengan hasil rapid test reaktif, dilakukan pengambilan swab di rumah sakit dan tidak diperkenankan kembali ke ponpes sampai dinyatakan negatif dan sehat,” kata Gatot.

Suasana santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, saat memasuki masa libur Ramadan 1441 Hijriyah.

Tempat dilaksanakannya tes rapid sesuai pengajuan masing-masing ponpes. “Tes dilakukan sebelum santri diberangkatkan ke ponpes tujuan. Tanggal tes dan tanggal pemberangkatan dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember,” kata Gatot.

Pemberangkatan menuju ponpes tujuan dari titik kumpul rapid test difasilitasi transportasi oleh Pemkab Jember. “Wali santri hanya mengantarkan santri sampai titik kumpul dan tidak diizinkan mengantar ke ponpes,” kata Gatot.

Jadwal dan lokasi rapid test santri dari luar kota Jember, menurut Gatot, dikoordinasikan dengan gugus tugas. “Santri dari luar kota Jember tidak diperkenankan menggunakan kendaraan umum. Mereka berangkat bersama-sama dari titik kumpul masing-masing kota asal. Rekomendasi keamanan untuk kota tujuan akan dilakukan koordinasi dengan gugus tugas Covid setempat,” katanya. Setiap santri wajib bermasker dan dibekali masker cadangan, alat salat dari kain, serta vitamin untuk kebutuhan satu bulan dari Pemkab Jember. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar