Pendidikan & Kesehatan

Proses KBM Tatap Muka di Pamekasan Tunggu Petunjuk Tim Satgas

Akhmad Zaini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Proses pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, menunggu petunjuk dan rekomendasi dari Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan.

Sebab selama pandemi Coronavirus Disiase 2019, proses KBM di lingkungan Disdik Pamekasan, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagian besar melaksanakan model pembelajaran daring alias online.

Sekalipun dalam beberapa kali kesempatan, juga sempat diterapkan model pembelajaran tatap muka alias offline dengan sistem shif dan terjadwal. “Saat ini kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Satgas Covid-19, termasuk kesiapan pihak sekolah,” kata Kepala Disdik Pamekasan, Akhmad Zaini, Sabtu (6/2/2021).

Bahkan penerapan proses KBM tatap muka juga sempat diterapkan dengan model terbatas dan berbeda dengan proses pembelajaran normal seperti sebelumnya. Sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Berdasar ketentuan dari pemerintah pusat, proses KBM tatap muka mandiri dan terbatas dapat dilakukan bila orang tua siswa mengizinkan, dan pihak sekolah juga mempersiapkan beragam sarana dan prasarana sesuai standar protokol kesehatan,” ungkapnya.

Beragam regulasi dietapkan sebagai upaya memberikan transformasi ilmu bagi para peserta didik, khususnya di tengah pandemi Covid-19. “Kalau dulu yang bisa menerapkan KBM tatap muka sangat terbatas, yakni hanya di sekolah yang tidak termasuk zona merah Covid-19. Namun saat ini zona merah juga bisa melaksanakan KBM dengan syarat dapat memenuhi ketentuan,” jelasnya.

Dari itu, bagi seluruh sekolah di lingkungan instansi yang dipimpinnya juga diperkenankan melakukan proses KBM tatap muka dengan cara mengusulkan izin sesuai ketentuan yang berlaku. “Namun petunjuk dari Satgas Covid-19 tetap kami prioritaskan, karena tim ini yang mengetahui dan mampu mengkaji dampak saat diterapkan KBM tatap muka,” tegasnya.

“Memang saat ini kabupaten Pamekasan tidak berstatus sebagai zona merah Covid-19, namun yang pasti saran dan masukan dari instansi berwenang tetap harus kami prioritaskan dan tetap menjadi pertimbangan utama,” pungkasnya.

Berdasar update peta sebaran virus corona yang dikeluarkan Tim satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, Jum’at (5/2/2021) kemarin. Terdata sebanyak 1.020 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, meliputi sebanyak 63 orang dalam tahap isolasi, 77 orang meninggal dunia, serta 880 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 1.170 orang, terdiri dari sebanyak 19 orang dalam tahap pengawasan, 86 orang meninggal dunia, serta sebanyak 1.065 orang lainnya dinyatakan selesai alias Negatif Covid-19. [pin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar