Pendidikan & Kesehatan

Fase New Normal

Proses Belajar Mengajar Harus Minim Tatap Muka

Surabaya (beritajatim.com) – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya segera berakhir. Oleh karenanya pemerintah saat ini tengah menggodok rancangan skema dan protokol penerapan New Normal. Dengan demikian, ruang publik akan dibuka, tak terkecuali sekolah.

Lalu siapkah masyarakat Indonesia untuk memulai tatanan kehidupan baru, terlebih saat ini Peserta Didik Baru (PPDB) telah dibuka? Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Pemprov Jatim Dr. Andriyanto, SH, MKes mengatakan, proses belajar mengajar memang harus segera diaktifkan kembali.

“Pastinya saat ini sekolah-sekolah sudah harus berbenah, meskipun sistemnya masih digodok Kemendikbud, tapi setidaknya sekolah harus mulai memperhatikan protokol, minimal jarak kursi dan penambahan wastafel,” ujar Andriyanto, kepada beritajatim.com, Rabu (3/6/2020).

Andriyanto yang juga Ahli Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi) dan Ahli Gizi dari Universitas Airlangga (Unair) menegaskan protokol kesehatan jika sekolah dibuka kembali harus sangat diperketat. Namun ia juga mengatakan bahwa lebih baik untuk sementara proses belajar mengajar dilakukan minim tatap muka.

“Tahun ajaran baru Juli ini, memang harus dimulai tapi belajar tidak harus tatap muka, bisa memanfaatkan daring. Itu masalah teknis, seharusnya semua bisa memanfaatkan teknologi. Itu cuma masalah teknis,” tegasnya.

Pemanfaatan teknologi pada proses belajar mengajar secara daring ini dapat meminimalisir resiko terjadi cluster baru, terutama pada sekolah dasar yang peserta didiknya masih susah untuk menerapkan protokol secara ketat.

Ia pun mengatakan bahwa dari data survei yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Pemprov Jatim ditemukan bahwa selama anak di rumah saja hanya 32 persen didampingi orang tua. Artinya, selama ini meskipun anak berada di rumah, interaksi anak dan orang tua tidak terlalu intens.

“Dengan proses belajar mengajar di rumah, itu bisa mendekatkan hubungan anak dan orang tua. Karena orang tua jadi terlibat dalam proses belajar anak,” ujarnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar