Pendidikan & Kesehatan

Profesor Psikologi Universitas Atma Jaya Dapat Award dari Fisip Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) menggelar “Soetandyo Award & Soetandyo Wignjosoebroto Memorial Lectures”, Kamis (3/12/2020).

Soetandyo Award & Soetandyo Wignjosoebroto Memorial Lectures merupakan salah satu rangkaian acara dari Dies Natalis FISIP Unair ke-43, serta bertujuan untuk mengapresiasi spirit perjuangan di bidang pendidikan, HAM, pluralisme, kebangsaan, anti kemiskinan, civil-society yang menginspirasi FISIP Unair untuk memberikan tribut kepada Alm. Prof. Soetandyo.

Gelaran Soetandyo Award ini merupakan gelaran tahun ke lima, sejak 2015 lalu. Sedangkan tahun ini, penerima Soetandyo Award adalah Prof. Irwanto, Ph.D., yang merupakan Guru Besar Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, serta pionir dalam bidang perlindungan anak, penanggulangan narkotika, dan analisis kebijakan penanggulangan kemiskinan. Selain mengajar, beliau aktif meneliti berbagai persoalan stigma dan diskriminasi, dan aktif sebagai konsultan di beberapa badan PBB.

Dr. Falih Suaedi Drs., M.Si, selaku Dekan FISIP memberikan piagam penghargaan melalui daring, ia pun mengatakan bahwa tujuan diadakannya award ini merupakan upaya mengenang dan meneruskan semangat Alm Prof Soetandyo selaku salah satu pendiri FISIP Unair.

“apa yang telah dilakukan oleh Prof irwanto phD, kami rasa sangat sesuai dengan semangat Prof Soetandyo yang ingin terus aktif terlibat dalam pengentasan isu isu di masyarakat, bergerak langsung dan berguna, terutama bagai hak hak perlindungan anak,” ujar Falih.

Sedangkan Prof Irwanto mengatakan bahwa penghargaan yang ia dapatkan diharapkan mampu terus membakar semangat jiwa-jiwa muda dalam melakukan segala upaya kebaikan masyarakat, terutama anak anak, seperti apa yang dilakukan Prof Soetanyo.

“Saya tidak menyangka akan mendaptkan penghargaan ini, saya hanya melakukan apa yang saya bisa dan berupaya menyelamatkan anak anak dari segala bentuk kerentanan melalui pendekatan psikologis, dengan demikian anak anak Indonesia akan tumbuh menjadi generasi yang lebih baik,” terang Prof Irwanto. [adg/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar