Pendidikan & Kesehatan

Profesor FK Unair Berpulang karena Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Prof. Dr. Hendrian Dwikoloso Soebagjo, dr.,Sp.M. (K) FICS, Guru Besar sekaligus Kepala Divisi Orbita dan Onkologi Mata, Departemen/SMF Ilmu Kesehatan Mata FK Unair-RSUD Dr Soetomo Surabaya. Prof Hendrian tutup usia pada usia 56 tahun, hari ini, Selasa (3/7) pukul 08.11 WIB karena terpapar Covid-19.

Ophthalmologist dari FK Unair ini menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat selama satu bulan di Ruang Isolasi Khusus (RIK 1) RSUD DR. Soetomo. Segala upaya sudah dimaksimalkan untuk memulihkan profesor yang dikenal rendah hati ini. Mulai dari terapi plasma konvalesen, Actemra, ventilator, ECMO dan CRRT. Bahkan terapi plasma exchange juga sudah dilakukan. Dekan FK Unair, Prof Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG(K) menuturkan, kepergian Prof Hendrian merupakan duka mendalam bagi FK Unair,

“Kami kehilangan sosok guru handal yang ilmunya telah banyak bermanfaat pada kemajuan pendidikan khususnya untuk mahasiswa FK Unair, juga sangat bermanfaat untuk pasien-pasiennya. Semoga dedikasinya selama ini bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk beliau,” ujarnya selepas memberikan penghormatan terakhir di Aula FK Unair.

Secara pribadi, Prof Budi mengenal cukup dekat dengan lulusan dokter FK Unair tahun 1993 ini. Di mata Prof Budi, Prof Hendrian adalah sosok yang sudah sangat aktif sejak masa mahasiswanya. “Seorang organisatoris yang kritis. Dia masuk tahun 1984 sementara saya di tahunh 1982. Sejak dulu, Prof Hendrian sangat aktif baik di senat mahasiswa. Seorang organisatoris yang kritis kalua saya menyebut. Dan sejak dulu pribadinya tidak berubah, selalu baik dan rendah hati,” ungkapnya.

Prof Budi menambahkan, sebagai Dokter Pejabat Pemprov, Prof Hendrian meninggalkan banyak jasa di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Gedung Onkologi 9 lantai serta Gedung Parkir Baru di RSUD Dr Soetomo yang kini berdiri kokoh itu ada, adalah atas inisiasi Profesor yang lahir dan besar di Surabaya ini.

”Bahkan beliau sendiri yang mencari arsitek yang mendesain dua bangunan tersebut, dan mengawal dari awal pendirian hingga akhir,” tambah Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo, Dr. dr.Joni Wahyuadi, Sp.OG(K).

Prof Hendrian merupakan dokter sekaligus ahli bedah mata paling terampil di Indonesia yang dimiliki FK Unair. Spesialisasinya adalah penanganan katarak, LASIK, onkologi atau kanker mata, dan bedah kosmetik mata.

Ribuan prosedur bedah laser dan kornea termasuk LASIK, operasi katarak, perawatan glaukoma, pengikatan silang kolagen kornea, dan berbagai tindakan pada kondisi kesehatan mata dan penglihatan sudah dia jalankan selama pengabdiannya.

Setelah lulus dari FK Unair tahun 1993, Dokter Hendrian mengambil spesialisasi mata dan lulus di tahun 2003. Ia kemudian mengambil gelar doktor dan lulus pada tahun 2014. Di tahun 2014, ia mengambil Pendidikan Subspesialis Konsultan Rekonstruksi Orbita dan Onkologi (ROO)

Dr. Hendrian mengambil fellowship di beberapa universitas terkemuka dunia. Antara lain di Singapore National Eye Centre (SNEC) di Singapura, di Academic Medical Center University of Amsterdam (AMC), Leids Universitair Medisch Centrum (LUMC), dan VU University Medical Center di Belanda.

Prof Hendrian pun menduduki banyak jabatan fungsional. Selain mengabdi di FK Unair, ia juga menjabat sebagai Direktur Penunjang Medis di RSUD Dr. Soetomo. Sebelumnya, di Tahun 2011 hingga 2016, ia menjabat sebagai Sekretaris Gedung Rawat Inap Utama (GRIU) Graha Amerta RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, Dokter kelahiran 20 Januari 1965 ini juga menjabat sebagai Dokter Spesialis Mata di Klinik Mata JEC-Java @ Surabaya Indonesia.

Prof Hendrian juga sangat aktif di berbagai organisasi profesi. Beberapa jabatan organisasi yang pernah dia duduki antara lain sebagai Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia Cabang Surabaya pada periode 2020 – 2023, PERDAMI(Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia atau Indonesian Ophthalmologist Association) Pusat Bidang Hukum dan Advokasi. Serta sebagai Wakil Ketua Organisasi Pembiayaan Kesehatan dan JKN IDI(Ikatan Dokter Indonesia) Wilayah Jawa Timur.

Tak hanya itu, Prof Hendrian saat ini juga menjabat sebagai Ketua Harian Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur. Ia juga menjabat sebagai Ketua Wilayah 5 Perhimpunan Klinik dan Fasilitas
Kesehatan Indonesia (PKFI) Jawa Timur, Pengurus Wilayah Jawa Timur Ikatan Sarjana Nadhlatul Ulama serta Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nadhlatul Ulama (ISNU).

Prof Hendiran Baru saja dilantik sebagai guru besar UNAIR pada Oktober Tahun 2020 lalu. Bersama dengan empat guru besar dari fakultas lain. Berpulangnya Prof Hendrian menambah daftar Guru Besar FK UNAIR yang berpulang karena Covid-19. [adg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar