Pendidikan & Kesehatan

Prof. Dr. Hening Laswati Dikukuhkan Jadi Guru Besar FK Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kini memiliki guru besar baru. Adalah Prof. Dr. Hening Laswati, dr., Sp.KFR(K) dari Fakultas Kedokteran (FK) yang telah dikukuhkan di Aula Garuda Mukti, Kampus C Unair, Sabtu (26/1/2019). Dengan pengukuhan ini, FK Unair memiliki guru besar aktif ke-110.

Dalam pengukuhan kali ini, Prof. Dr. Hening Laswati, dr., Sp.KFR(K) menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Perkembangan Masa Depan Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi sebagai Strategi Pencegahan Disabilitas dan Membangun Kesadaran Human Right Penyandang Disabilitas”.

“Masalah difabel atau penyandang disabilitas akhir-akhir ini menarik perhatian dunia, tidak terkecuali di Indonesia, organisasi dunia WHO mengestimasikan lebih kurang 690 juta atau 15% penduduk di Asia-Pasifik mengalami disabilitas dan menghadapi barrier atau halangan untuk berpartisipasi di lingkungan sosialnya,” jelasnya.

Hening juga menyebut bahwa untuk mencegah terjadinya disabilitas akibat penyakit dan cidera berat seharusnya pelayanan rehabilitasi medis dilakukan sedini mungkin guna menghindari terjadinya disabilitas.
Hal ini didasarkan pada semakin lambatnya pelayanan rehabilitasi medis, para pasien berpotensi disabilitas nantinya akan menghadapi banyak halangan dalam aktivitas sehari-hari.

“Penyandang disabilitas menghadapi banyak barrier/halangan untuk dapat melakukan aktifitas sehari-hari, bekerja dan melakukan akivitas di lingkungan sosialnya, disini tampak bahwa masalah disabilitas berdampak pada masalah sosio-ekonomi,” urai perempuan yang menjabat sebagai dossen khusus Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi ini.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2015 dengan berbasis modul International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF) pada tahun 2015 mencatat terdapat 8,56% penduduk Indonesia memiliki disabilitas.

Penyebab disabilitas akibat penyakit juga terus berkembang seiring waktu. Hening menyebut beberapa penyakit bukan infeksi yang dapat menciptakan kondisi disabilitas diantaranya adalah penyakit kencing manis, jantung koroner, stroke, penyakit paru obstuktif menahun dan kanker. “Semua kondisi ini meningkatkan resiko terjadinya disabilitas,” pungkas dokter yang memiliki keahlian di bidang ilmu kedokteran fisik, dan rehabilitasi, divisi kardiorespirasi ini.

Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga Prof. Nasih dalam sambutannya menilai pengukuhan guru besar kali ini cukup istimewa bagi Unair. Hal ini karena di awal tahun 2019 ia mengukuhkan guru besar perempuan yang nantinya akan mengemban amanah dalam dunia pendidikan.
“ini adalah tugas yang berat,karena guru merupakan profesi yang harus bisa memberikan keteladanan,” jelasnya.

Ia juga berharap agar setelah menjadi seorang guru besar tak lantas menurunkan intensitas untuk memberikan sumbangsih nyata dalam kebhidupan manusia.

“Guru besar harus bisa memberikan sumbangsih yang nyata dalam kehidupan manusia, jangan menjadi menara gading yang sibuk dengan urusan sendiri. Ini sudah saatnya menjadi insan cendekia yang harus menebar manfaat ke seluruh penjuru bumi,” tutupnya. [kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar