Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

PR Pemkab Jember: Akhir Juni, Selesaikan Vaksinasi 12.805 Sasaran

Kepala Dinkes Jember Wiwik Supartiwi

Jember (beritajatim.com)Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan vaksinasi bagi 12.805 orang sasaran pada akhir Juni 2021. Warga lanjut usia (lansia) dan pra lansia menjadi prioritas.

Kepala Dinas Kesehatan Jember Wiwik Supartiwi mengatakan, saat ini vaksinasi tahap kedua untuk warga kota tersebut sudah mencapai 52,96 persen dari 232.870 orang sasaran atau setara dengan 121.855 sasaran.

 

“Periode yang harus kita selesaikan sampai Juni ini adalah lansia dan pra lansia, dan publik yang belum tervaksinasi,” katanya, Senin (21/6/2021). Ini dikarenakan sasaran lansia dan pralansia yang sampai hari ini baru mencapai 20 persen

Wiwik meminta agar pemerintah kecamatan dan jajaran pemerintah desa bisa berpartisipasi dan bekerjasama untuk menyelesaikan sisanya. Sampai saat ini, tersedia 2375 vial Sinovac untuk 23.750 sasaran dan 93 vial AstraZaneca untuk 930 sasaran. Dua jenis vaksin ini sama-sama aman dan bisa digunakan sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kekebalan tubuh terhadap Covid-19.

Pencapaian target sasaran vaksinasi ini diupayakan bersama oleh Palang Merah Indonesia, Satuan Tugas Covid, TNI dan Polri. Setiap kepolisian sektor ditargetkan bisa menghadirkan 100 sasaran lansia dan pra lansia. “Nantinya yang mengantar atau mendampingi juga bisa mendapatkan vaksinasi Covid 19 sebagai upaya percepatan cakupan,” kata Wiwik.

Selain itu, gerai vaksin dibuka di 50 puskesmas, 28 klinik layanan kesehatan, dan 13 rumah sakit. Sebagai bagian dari percepatan, dibuka juga gerai di lokasi keramaian, salah satunya di Lippo Plaza. Rumah Sakit Baladhika Husada juga membuka layanan vaksinasi drive-thru.

Wiwik mengingatkan, kendati sudah divaksin, warga tetap harus menaati protokol kesehatan. Vaksinasi bisa membentuk 65 persen imunitas. “Sebanyak 35 persennya tetap dengan menaati peraturan prokes 5 M. Yang tervaksinasi bisa terpapar bila tak menaati prokes 5 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas),” katanya. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar