Pendidikan & Kesehatan

PPNI Bikin Helm Face Shield dan Dibagikan ke Puskesmas dan RS di Mojokerto

Tim cleaning servis PPNI sedang membuat face shield. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Di tengah kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Mojokerto membuat helm face shield (pelindung wajah). Hasilnya, helm dibagikan kepada para tenaga medis di puskesmas dan Rumah Sakit (RS) di Mojokerto.

Helm tersebut dibuat para cleaning servis PPN Kabupaten Mojokerto. Ini juga selain bentuk keprihatinan karena langkanya APD untuk tenaga medis dalam penanganan virus corona (Covid-19), juga karena kampus libur hingga waktu yang belum ditentukan. Ini yang menjadi alasan pembuatan helm face shield.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Mojokerto, Muhammad Hartadi mengatakan, untuk tenaga medis helm face shield sangat dibutuhkan karena digunakan untuk melindungi diri para tenaga medis yang menangani pasien kasus Covid-19. “Namun saat ini APD langkah,” ungkapnya, Kamis (8/4/2020).

Masih kata Hartadi, hal tersebut yang membuat tim cleaning servis PPNI Kabupaten Mojokerto. Di Kabupaten Mojokerto, tenaga medis perawat yang dinaungi oleh PPNI Kabupaten Mojokerto kurang lebih sebanyak 700 anggota. Helm face shield tersebut didistribusikan ke sejumlah puskesmas dan RS yang membutuhkan.

“Saat ini, PD PPNI telah memproduksi sebanyak lebih dari 600 buah helm face shield. Untuk pembuatan helm ini dirakit dengan bahan seadanya, yakni menggunakan bahan baku helm proyek dan mika sebagai pelindung wajah. Untuk memasangnya menggunakan bekas tong cat dan direkatkan menggunakan sekrup,” ujarnya.

Pihaknya berharap, APD sederhana buatan PPNI Kabupaten Mojokerto tersebut bisa melindungi para garda terdepan dalam penanganan Covid-19 khususnya di Mojokerto. Tak hanya memproduksi helm face shield, PPNI Kabupaten Mojokerto juga telah memproduksi hand sanitizer yang juga dibagikan kepada tenaga medis.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar