Pendidikan & Kesehatan

PPKM Dicabut, RSU Dungus Kabupaten Madiun Bakal Upgrade Kelas

Madiun (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum (RSU) Dungus Kabupaten Madiun mempersiapkan sejumlah keperluan untuk menaikkan kelas dari tipe D ke C.

Berkaca dari keputusan pemerintah pusat yang mencabut status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jumat (30/12/2022), menjadikan keputusan itu semakin memungkinkan.

Terlebih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah menutup Rumah Sakit Lapangan (RSL) Joglo Dungus, yang digunakan sebagai fasilitas perawatan pasien Covid 19, pada 15 Juli 2022.

Kasi Upaya Kesehatan Masyarakat, Penelitian dan Pengembangan RSU Dungus Muhidin mengungkapkan sarana prasarana di RSL Joglo masih dalam lingkup RSU Dungus.

“Semua perantinya bisa kami manfaatkan dalam rangka pengembangan RSU Dungus. Semoga tahun ini kami bisa naik jadi Kelas C,” ungkap Muhidin, Jumat (06/01/2023).

Sebanyak 54 tempat tidur yang ada di RSL Joglo sebagai tambahan bed. Karena, syarat rumah sakit tipe Kelas C yakni minimal menyediakan 104 tempat tidur.

“RS lapangan sebelumnya ada 150 tempat tidur. Kemudian ruang yang bisa digunakan sebagai standar rawat inap di rumah sakit atau standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi atau PPI ada 8 unit,” lanjut Muhidin.

Untuk bangunan joglo yang terbuat dari kayu nantinya dimanfaatkan sebagai kegiatan yang tidak berkaitan dengan pelayanan pasien. Pihaknya berencana kedepan akan menjadikan joglo itu sebagai aula atau ruang lainnya.

“Supaya bisa diberdayakan sebagai kepentingan rumah sakit. Kalau sementara ada gudang, bisa sebagai kantin. Yang jelas menambah fasilitas untuk keluarga pasien,”tuturnya.

Tetap Antisipasi Seiring Adanya Varian Baru Covid-19

Adanya gejolak varian baru Covid 19, membuat Muhidin san pihaknya mempersiapkan antisipasinya dengan mengatur beberapa ruangan menjadi ruang isolasi. Karena syarat rumah sakit saat ini harus menyediakan 10 persen dari total kapasitas tempat tidur sebagai ruang isolasi. Pihaknya sudah menyiapkan dari 105, ada 16 titik untuk isolasi.

“Isolasi yang sudah ada saat ini ada 16 titik. Itu juga sudah siap bisa digunakan, seandainya ada kasus baru. Tapi kami tidak mengharapkan itu terjadi,” tegasnya.

Muhidin memprediksi penilaian tersebut dijadwalkan pada Februari 2023. Meski masih sebulan lagi namun beberapa tempat seperti selasar penghubung, dan ruangan terus disiapkan untuk diatur sedemikian rupa.

“Ada yang belum seperti tempat tidur itu belum dipasangkan sekat atau gorden yang sesuai dengan ketentuan PPI. Kemungkinan penilaiannya minggu kedua atau minggu ketiga Februari. Kami siap mengikutinya,” pungkasnya. [fiq/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar