Pendidikan & Kesehatan

PPKM di Surabaya, Bikin SIM Kuota Hanya 25 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Tak hanya masyarakat umum atau pengusaha swasta yang dibatasi junlah kuota pelayanan ke masyarakat. Pembuatan dan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) juga di batasi 25 persen per hari.

Langkah Kepolisian  dalam mengambil sikap ini dikarenakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari 11 Januari 2021 sampai 25 Januari 2021.

Kanit Regident Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Rizal Wijaya menjelaskan, pengurusan SIM sejak PPKM sudah turun drastis.

Bahkan penerapan pembatasan kuota 25 persen seakan tak berpengaruh. “Jadi PPKM sudah efektif menekan pergerakan masyarakat termasuk pengurusan SIM. Meski demikian kita tetap terapkan pembatasan kuota 25 persen guna mengikuti aturan,” jelasnya kepada beritajatim.com, Jumat (15/1/2021).

Pengamatan beritajatim.com di lokasi pengurusan SIM Corner Tujungan Plaza 1, pengurusan SIM terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama yakni hanya 25 pengajuan perpanjangan dan sesi kedua khusus pengajuan yang masa berlaku SIM pada hari itu saja.

Strategi penekanan untuk memecah antrian panjang berhasil diterapkan, tak nampak ada antrian panjang di pintu masuk SIM Corner. Antrian cukup banyak di depan mall pada Jumat pagi jelang mall buka adalah pengunjung mall yang hendak belanja.

“Antrian bisa ditekan. Masyarakat tak perlu lagi mengantri panjang dan lama. Karena semua pembatasan kuota ini terbukti efektif. Harapan kami masyarakat terus tertib supaya oenyebaran virus bisa ditekan,” tandasnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Candra menegaskan bahwa pembatasan kuota ini berlaku di delapan gerai pengutusan SIM. Baik itu kantor pusat Pelayanan Colombo, dua SIM Keliling dan lima SIM Corner.

“Semua diberlakukan seperti tujuannya menghindari krumunan. Ingat 3M juga berlaku disemua kepengurusan SIM,” tandasnya.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar