Pendidikan & Kesehatan

PPKM di Kota Mojokerto Berakhir 28 Januari, Pelanggar Masih Tinggi

Operasi Yustisi yang digelar Polresta bersama Kodim 0815 dan Satpol PP Kota Mojokerto. [Foto/Misti P]

Mojokerto (beritajatim.com) – Masa penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Mojokerto berakhir, 28 Januari 2021. Meski demikian, Polresta bersama Kodim 0815 dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto tetap melakukan penindakan pelanggaran Protokol Kesehatan.

“Berdasarkan dari hasil rakor (rapat koordinasi) Forkopimda, untuk Kota Mojokerto PPKM berakhir 28 Januari Kemarin. Dalam masa PPKM, petugas berhasil menjaring 883 pelanggar tidak bermasker dan 190 pelanggar tempat usaha. Meski PPKM berakhir, namun pelanggar Protokol Kesehatan masih tinggi,” ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, Sabtu (30/1/2021).

Masih kata Kapolresta, meski pelanggar protokol kesehatan di masa PPKM masih tinggi namun angka penyebaran COVID-19 di Kota Mojokerto turun. Hal itulah yang membuat PPKM di Kota Mojokerto berakhir dan tidak diperpanjang ke tahap II.

“Mungkin kalau berdasarkan pakar itu. Memang hanya bersifat teoritis tapi berbanding terbalik dengan faktanya. Bisa saja penindakannya itu tinggi karena kita memang kualitas kegiatannya juga banyak, yang biasa satu hari dua kali. Saat PPKM menjadi tiga kali tapi yang jelas angka penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto menurun,” katanya.

Kapolresta menegaskan, pelaksanaan Operasi Yustisi di masa PPKM dilakukan tiga kali untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto. Menurutnya, meski PPKM di Kota Mojokerto berakhir namun pelaksanaan Operasi Yustisi tetap dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19).

“Pada Sabtu siang, dengan hasil 20 pelanggar protokol kesehatan, Sabtu malam dapat 71 pelanggar, jadi total ada 91 pelanggar. Semoga kegiatan Operasi Yustisi seterusnya kita lakukan dalam kerjasama, khususnya pelaksanaannya karena tidak ada lain cara kita dalam rangka mencegah Covid-19,” ujarnya.

Terkait vaksinasi, lanjut mantan Kapolres Sumenep ini, di tahap pertama tenaga kesehatan (nakes) menjadi sasaran pertama. Di wilayah hukum Polresta Mojokerto sudah digelar pada 28 Januari lalu. Rencananya, vaksinasi untuk TNI/Polri akan dilaksanakan awal Maret 2021.

Petugas gabungan melakukan apel sebelum Operasi Yustisi di Kota Mojokerto

“Kita doakan bersama bisa terealisasi sesuai waktunya, karena bagaimanapun vaksinasi bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Vaksinasi sesuai dengan prosesnya yaitu dilakukan 2 kali. Pasca seseorang menerima vaksin, maka dua minggu kemudian akan dilakukan vaksinasi,” tegasnya.

Pasca vaksinasi kedua, maka imun tubuh atau kekebalan tubuh muncul . Sehingga bisa menangkal virus itu sendiri. Ketika seseorang terpapar Covid dan sudah dikasih vaksin, harapannya tidak ada gejala. Misalnya demam, tapi cukup menjadi orang tanpa gejala (OTG).

“Sekali lagi saya sampaikan terima kasih juga atas pengamanan vaksin sangat baik yang dilakukan bersama pengawalnya dari unsur Kodim 0815, Polresta dan Satpol PP,” pungkasnya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar