Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

PPKM Darurat Fokus di Daerah dengan Kasus Positif Tinggi

Sekda Ponorogo Agus Pramono. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sudah 3 hari pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di bumi reyog. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Ponorogo dibantu full olehpersonel dari TNI dan Polri. Mereka dilibatkan setiap harinya untuk menjalankan pembatasan darurat yang akan selesai pada tanggal 20 Juli nanti.

“Kebijakan dari Pak Dandim dan Pak Kapolres diprioritaskan terhadap daerah-daerah dengan kasus yang tinggi di Ponorogo,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, Selasa (6/7/2021).

 

Daerah kasus yang tinggi yakni di Kecamatan Kota dan kecamatan lain penyangganya, seperti di Kecamatan Babadan, Kecamatan Siman dan Kecamatan Jenangan. Meskipun fokus ke kecamatan dengan kasus tinggi, Agus menyebut bukan berarti kecamatan lain tidak menerapkan PPKM Darurat. PPKM Darurat diberlakukan di seluruh wilayah Ponorogo, hanya saja daerah dengan kasus konfirmasi positif tinggi lebih diprioritaskan untuk dilaksanakan dengan ketat.

“PPKM Darurat dilaksanakan disemua kecamatan di Ponorogo. Tetapi lebih fokus di pusat kota dan kecamatan sekitar yang jumlah kasusnya tinggi,” katanya.

Agus Pram panggilan Agus Pramono menyebut dalam 3 hari ini, pihaknya masih belum memberikan tindakan terhadap warung atau tempat usaha yang masih nekat buka saat jam malam. Pihaknya masih melakukan edukasi, memberikan peringatan dan teguran terhadap tempat usaha yang belum tutup di waktu pemberlakuan jam malam.

“Ini berproses, belum kita berikan sanksi. Masih diberikan peringatan dan teguran terhadap tempat usaha yang nekat masih buka di jam malam,” katanya.

Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur lewat instagramnya @dinkesjatim, tambahan kasus positif masih terjadi di Kabupaten Ponorogo. Tercatat ada tambahan 53 kasus. Dengan tambahan itu, jumlah kumulatif positif menjadi 4913 kasus. Dengan rincian, kasus sembuh sebanyak 4097 orang. Pasien covid-19 yang meninggal sebanyak 529 orang, setelah ada penambahan 5 pasien meninggal pada tanggal 5 Juli 2021. Sementara untuk kasus positif aktif sebanyak 287 kasus.

Meski angka positif aktif mencapai ratusan, Agus mengeklaim jika Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Ponorogo masih aman. Namun, ironisnya masih ada saja pasien covid-19 yang dirawat di tenda darurat BPBD Ponorogo yang dipasang di halaman RSUD dr. Harjono.

“BOR sudah lumayan bagus, di RSUM juga banyak. Terutama BOR untuk isolasi. Di RSUD dr Harjono juga ada tambahan ruangan lagi, tapi masih proses,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar