Pendidikan & Kesehatan

PPDS Unair Terpapar Covid-19 Saat Hamil, dr Gesti Berpulang

Surabaya (beritajatim.com) – Satu lagi tenaga medis yang gugur karena terpapar Covid-19. dr Gesti Wira Nugrahyekti terpapar sejak masa kehamilan dan setelah bayinya lahir, ia dirawat secara intensif di RIK RSUD dr Soetomo. Setelah berjuang lama, dr Gesti akhirnya berpulang meninggalkan buah hatinya.

“Sebelumnya, kami masih memberikan penghormatan terakhir kepada pahlawan kesehatan yang gugur di masa perang ini, bersama di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga,” papar Prof Dr Budi Santoso, dr, SpOG (K), Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR yang memimpin penghormatan terakhir secara online, pada Kamis (23/7).

“Bagaimanapun kami harus waspada. Pandemi ini belum terkendali. Resiko transmisi tinggi. Dan demi keselamatan bersama, segala aktifitas yang melibatkan kerumunan harus disiasati,” ungkan Prof Bus, panggilan akrabnya.
Beralihnya cara kami memberi salam perpisahan sama sekali tak mengurangi rasa hormat dan cinta kasih kepada anak didik, dokter hebat, sejawat, adik kami, dr. Gesti Wira Nugrayekti yang berpulang sore ini setelah tiga minggu berjuang melawan ganasnya Covid-19. Sebagai nahkoda FK Unair, ia tentu merasakan duka atas kepergian anak didiknya.

“Dokter Gesti adalah salah satu putra terbaik FK Unair. Beliau baru saja diterima sebagai PPDS Anestesi pada periode Januari 2021. Kami merasakan duka cita yang mendalam. Semoga pengabdiannya selama ini diganjar dengan tempat terbaik di sisi-Nya,” tutur Prof Bus.

Dokter Gesti memang pintar. Dari biodata yang disampaikan oleh FK Unair, ia menyelesaikan SMPN 2 Jember dan SMAN 1 Jember, masing-masing hanya dalam 2 tahun. Artinya sebagai siswa pilihan.yang mengikuti program akselerasi. Jenjang pendidikan dokter ditempuhnya dalam 2012 hingga 2018. Kemudian mengabdi internship selama 1 tahun.

Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Dr. Joni Wahyuadi, Sp.BS(K) menuturkan, segala upaya telah dilakukan untuk menyembuhkan Dokter Gesti yang telah dirawat intensif sejak tanggal 4 Juli lalu. “Segala cara telah kita maksimalkan untuk menyelamatkan adik kita ini, Ananda Gesti. Namun Tuhan memiliki kehendak lain,” tambahnya yang juga hadir dalam upacara.

Dokter Gesti merupakan Mahasiswa PPDS dari Departemen Anestesiologi FK Unair Angkatan Tahun 2021. Merupakan sosok PPDS periang yang luwes bekerja dalam tim. Memiliki etos kerja dan gesit. Berkepribadian supel, rendah hati juga dermawan.

Dia pergi meninggalkan suami serta seorang bayi yang lahir terminasi (diputuskan lahir sebelum waktunya.Red) tanggal 3 Juli lalu. Keputusan berat itu diambil karena sehari sebelumnya ia dinyatakan positif Covid-19 dan harus segera menjalani isolasi. Benar, Dokter Gesti terpapar dalam kondisi hamil dan sedang menjalani cuti kehamilan.

Kini sang buah hati dirawat oleh suami, Sunni Nugraha Priadi, dan keluarga yang masih terpukul atas kepergian dokter 25 tahun ini.

Sejak dirawat di RIK 1, salah satu angkatan termuda di FK Unair ini terus mengalami pemburukan. Tanggal 14 Juli, ventilator dipasang untuk menunjang pernapasannya. Tanggal 15 Juli mengalami gagal jantung akut. Kemudian tanggal 17 Juli mengalami syock septic dan tanggal 22 dinyatakan meninggal pukul 17.46. di Ruang Isolasi Khusus(RIK1) RSUD Dr. Soetomo.

Setelah menjalani upacara penghormatan terakhir, jenazah Dokter kelahiran Jember, 30 September 1996 silam ini dibawa ke peristirahatan terakhirnya di Jember. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar