Pendidikan & Kesehatan

PPDB Tingkat SMP di Ponorogo, Dokumen Rawan Dipalsukan

Ponorogo (beritajatim.com) – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat SMP dimulai pada tanggal 27-29 Mei 2019 di Ponorogo. Sesuai dengan Permendikbud RI nomor 51 tahun 2018 dan dikuatkan dengan Peraturan Bupati Ponorogo nomor 39 tahun 2019 maka PPDB tingkat SMP Negeri menggunakan tiga jalur pendaftaran.

Yakni jalur zonasi sebesar 90 persen dari kebutuhan pagu. Dan sisanya masing-masing 5 persen untuk jalur prestasi dan perpidahan tugas atau mutasi orangtua.

Pantauan beritajatim.com, syarat untuk mendaftar dengan jalur zonasi adalah dengan mengunakan kartu keluarga (KK) atau surat keterangan domisili dari orangtua yang dibuat oleh ketua RT atau RW yang disahkan oleh kepala desa maupun lurah. Namun surat keterangan domisili ini rawan dipalsu oleh wali murid yang menginginkan anaknya bersekolah di salah satu SMP favorit.

‘’Sebenarnya jalur zonasi ini kan untuk memeratakan jumlah murid di tiap-tiap sekolah. Semoga ini tidak disalahgunakan oleh orangtua,’’ kata Kepala SMPN 1 Ponorogo Yuli Dwi Astuti, saat ditemui beritajatim.com, Senin (27/5/2019).

SMPN 1 Ponorogo diketahui dari dulu memang SMP favorit. Untuk itu pihaknya antisipasi jika ada orangtua yang akan berusaha memalsukan dokumen demi anaknya bisa masuk ke sekolah tersebut.

Salah satunya pada saat pendaftaran calon peserta didik dan orangtua membuat surat pernyataan bermaterai yang menerangkan bahwa dokumen yang diserahkan adalah asli. Dan apabila ketahuan tidak asli maka pendaftaran dalam jalur zonasi ini dinyatakan gugur. Selain itu panitia PPDB SMPN 1 Ponorogo juga tetap meminta KK asli meski pendaftar sudah menyerahkan surat keterangan domisili.

‘’Surat pernyataan bermaterai ini murni inisiatif kami. Karena kami ingin memperlihatkan pada masyarakat bahwa PPDB SMPN 1 Ponorogo transparan dan terbuka,’’ katanya.

Yuli juga mengungkapkan jika pendaftaran hari pertama ini diluar prediksi. Pihaknya memperkirakan akan ada 300 calon peserta didik yang mendaftar, namun ternyata membludak sampai 440. Padahal pagu dari ketiga jalur itu di SMPN 1 Ponorogo hanya 288 siswa.

Dan itu memprosesnya cukup lama, pihaknya memprediksi jumlah tersebut akan selesai diproses sampai sore hari. Yuli menyebut lama proses pendaftaran tersebut dikarenakan penghitungan jarak. Pihaknya terbuka dalam penghitungan jarak, orangtua dan calon peserta didik bisa lihat langsung penghitungannya.

‘’Jadi proses pendaftaran 1 anak itu paling cepat 5 menit. Orangtua dan anak harus sabar dalam menunggu antriannya,’’ katanya.

Yuli menilai jalur zonasi tahun ini lebih ramai, karena tahun ini berlaku 5 kilometer dan semua SMP negeri harus menerapkan jalur zonasi ini. Dia menambahkan jika jalur perpindahan tugas atau mutasi dengan kuota 5 persen tidak terpenuhi, akan dipenuhi dari jalur prestasi.

‘’Harapannya 3 jalur pendaftaran itu pagunya semua terpenuhi,’’ pungkasnya. (end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar