Pendidikan & Kesehatan

PPDB SMA di Ponorogo, Sekolah Pinggiran Kekurangan Murid

Ponorogo (beritajatim.com) – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Ponorogo sudah ditutup. Meski sudah ditutup, namun masih banyak sekolah SMA negeri yang kekurangan murid atau tidak tercukupi pagunya.

Dari 16 SMA negeri, hanya 4 sekolah di bumi reyog yang terpenuhi pagunya. Keempat sekolah yang tercukupi pagunya adalah SMAN 1 Ponorogo, SMAN 2 Ponorogo, SMAN 3 Ponorogo dan SMAN 1 Babadan.

“Jadi dari 16 SMA negeri di Ponorogo, hanya 4 sekolah yang terpenuhi pagunya,” kata Kasie SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur, Eko Budi Santoso, Sabtu (12/6/2021).

Sementara 12 sisanya mengalami kekurangan murid. Bahkan sebagian besar sekolah yang kekurangan murid tersebut, keterisian pagunya dibawah 50 persen dari pagu yang ditetapkan. Dia menyebut kebanyakan sekolah yang kekurangan itu berada di wilayah pinggiran Ponorogo. “Ya sekolah – sekolah itu setiap tahun langganan kekurangan murid setiap ada PPDB,” katanya.

Dengan kondisi itu, Eko mengaku pihaknya belum ada kebijakan untuk melakukan perpanjangan PPDB tingkat SMA ini. Berbagai upaya dilakukan untuk menggenjot ketersediaan murid di beberapa SMA di Ponorogo tersebut. Salah satunya dengan membuka kelas dobel trek. Namun, upaya itu nyatanya belum membuat calon murid atau orang tua tertarik untuk mensekolahkan di SMA. Kemungkinan anak-anak lulusan smp ini melanjutkan ke SMK atau malah ke pondok pesantren.

“Animo anak-anak maupun orangtua lebih menginginkan ke SMK , boarding school atau pondok pesantren,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar