Pendidikan & Kesehatan

PPDB Semakin Dekat, DPRD Minta Masalah Kouta Diperhatikan Lebih Serius

Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2020, berbagai persiapan dilakukan. Terkait hal tersebut, Reni Astuti, Wakil DPRD Kota Surabaya menghimbau agar kouta zonasi PPDB diperhatikan lebih serius.

Reni menyebutkan kebijakan untuk PPDB 2020 yakni Permendikbud 44 tahun 2019 sudah keluar. Dalam Permen tersebut bisnis untuk kuota perjalur telah ditentukan presentasinya. “Kami berharap dengan keluarnya Permendikbud ini Dindik segera melakukan kajian dan merumuskan kebijakan di Surabaya agar tidak menuai polemik,” ujar Reni kepada beritajatim.com Rabu (1/1/2020).

Saat ini pun Dindik Kota Surabaya sedang melakukan pemetaan sebaran bakal calon siswa SD dan SMP negeri untuk menentukan pagu. Reni pun menekankan jangan sampai terjadi ketidakselarasan rombel antar sekolah. Misalnya rombel berlebihan sekolah negeri sehingga merugikan sekolah swasta yang kekurangan siswa. Terlebih lagi pembelajaran di sekolah negeri akan tidak optimal.

“Karena daerah bisa mendetailkan sesuai kondisi sekolahnya. Presentase untuk jalur prestasi dan tidak mampu dibagi seperti apa. Yang menjadi garis besar untuk diperbaiki salah satunya terkait pagu di sekolah negeri. Jumlah optimal di standar pendidikan di 36 rombel,” tambahnya.

Yang berbeda pada PPDB tahun ini yakni Test Potensi Akademik (TPA) yang biasanya digunakan di sekolah kawasan. Menurut Remi harus ada pengkajian ulang perlu tidaknya diadakan.

“TPA perlu dikaji ulang, meskipun memamg bisa dijadikan pemetaan siswa. Jadi bisa menjadi dasar dalam penerapan pembelajaran. Meskipun label sekolah kawasan hilang, tapi riwayat prestasi akademik sekolah akan menjadi tren menarik minat PPDB,” terangnya.

“Saya juga mendorong Dindik Surabaya terkait pendidikan ini ada mkks, komite dan berbagai pihak untuk dimintai masukannya,” pungkas Reni. [adg/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar